Mitsubishi pun berharap pemerintah Indonesia bisa mengikuti langkah pemerintah Jepang dengan memberikan insentif pajak serupa untuk pengembangan mobil listrik di tanah air.
"Saya harap pemerintah bisa melakukan hal yang sama," ungkap Direktur Marketing KTB Rizwan Alamsjah ketika dihubungi detikOto, Selasa (30/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT KTB berharap pemerintah Indonesia bisa melakukan hal yang sama dengan pemerintah Jepang yakni memberikan insentif untuk menurunkan harga mobil listrik akibat besarnya biaya produksi.
Mitsubishi Motor Corp bakal menurunkan i MiEV dari US$ 47.000 atau 4,6 juta yen menjadi sekitar 2 juta yen saja atau sekitar Rp 200 juta setelah mendapat insentif dari pemerintah Jepang.
Dan saat ini, niat PT KTB untuk membirulangitkan Indonesia seperti sudah sangat bulat, yakni dengan semangat ramah lingkungan yang PT KTB canangkan.
"Semangatnya mau ramah lingkungan, tapi apa boleh buat," ujarnya.
Kendalanya saat ini, lanjut Rizwan adalah biaya yang terlampau tinggi membuat rencana KTB untuk memasukkan i MiEV ke Indonesia menjadi tersendat.
"Karena biaya yang mahal kita masih memikirkannya untuk masuk ke Indonesia," ujarnya.
"Dan ini tidak seperti di negara-negara maju yang memang secara finansial sangat mendukung," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?