Hal tersebut disampaikan President Direktur PT Toyota-Astra Motor, Johnny Darmawan, beberapa waktu lalu.
Penurunan penjualan ini tidak sebanyak yang diperkirakan sebelumnya, yakni sebanyak 30 hingga 35 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TAM merasakan krisis penjualan hanya sekitar dua hingga tiga bulan, market mobil mengalami kelesuan. Namun penjualan mobil mulai naik kembali pada bulan Mei lalu.
Meskipun saat ini market memang agak drop, tambah Johnny, namun market share Toyota mengalami kenaikan dari 35 persen menjadi 39 persen.
"Ekonomi yang terkena krisis saat ini sudah ada indikasi mengalami perbaikan. Namun kita harus menunggu bulan Juni dan Juli tahun ini," prediksinya.
Penyebab kenaikan penjualan mobil pada bulan Mei yang lalu, menurut Johnny disebabkan oleh agresivitas perusahaan-perusahaan mobil dalam melakukan promosi, seperti sebuah merk mobil tertentu menurunkan bunga kreditnya hingga nol persen.
Toyota Indonesia saat ini masih besar penjualannya, padahal beberapa perusahaan di wilayah lain sudah pada jatuh.
"TAM selalu diadu di Asia Pasifik. Kami pernah memimpin pada tahun 2003, 2006, 2007. Hal ini menunjukkan pentingnya TAM di Asia Pasifik," tutup Johnny.
(bgj/ddn)











































Komentar Terbanyak
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah
Pemprov 'Kehilangan' Rp 2 Triliun, Pajak Mobil Listrik Rp 0 Perlu Ditinjau
Beredar Info Razia Pajak Kendaraan di Tol, Ini Fakta di Baliknya