Sedan Hybrid Mewah Lexus HS250 Padati AS

Sedan Hybrid Mewah Lexus HS250 Padati AS

- detikOto
Kamis, 11 Jun 2009 10:40 WIB
Sedan Hybrid Mewah Lexus HS250 Padati AS
Michigan - Toyota Motor Corp sepertinya sangat serius menggarap produk mobil hybridnya, untuk itu, bukan saja Jepang yang menjadi target utama penjualan mobil hybrid, negerinya Barack Obama yakni Amerika Serikat juga menjadi target Toyota.

Toyota Motor Corp mengharapkan penjualan Lexus HS250 hybrid sebanyak 25.000 unit pada tahun pertama di Amerika Serikat.

Lexus HS250 hybrid rencananya akan dijual pada saat musim panas nanti di Amerika Serikat. Jika keadaan memungkinkan, LexusΒ  HS250 hybrid ini adalah model pertama di kelas mobil mewah di Amerika selain Toyota Prius yang memimpin di pasar hybrid saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lebih dari 60 persen konsumen mobil sedan mewah mengatakan kalau mereka menginginkan mobil hybrid. Segmen mobil mewah ini belum ada mobil hybridnya," kata Wakil Presiden Divisi Lexus Toyota untuk Amerika Utara Mark Templin seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/6/09)

Sejauh ini, Toyota telah meluncurkan Prius di pasar AS pada tahun 2000, dan telah terjual lebih dari 1 juta unit. Dan Toyota Lexus hybrid , mewakili lebih dari separuh dari penjualan global kendaraan hbrid.

Tenarnya mobil hdi Amerika Serikat juga membuat perusahaan-perusahaan otomotif di AS lainnya mengutamakan pernjualan Hybrid, bahkan hampir 75 persen dari seluruh penjualan kendaraan di pasar AS selama sepuluh tahun.

Amerika Serikat juga dalam waktu dekat berencana merilis Toyota Prius ke pasar otomotif Paman Sam, target penjualan pun sekitar 180.000 unit untuk tahun pertama.

Disisi lain, belum diketahui bandrolan Lexus HS250 hybrid berhubungan peluncuran Lexus HS250 hybrid pada musim panas nanti di AS, namunΒ  varian Lexus HS250 hybrid ini dinilai lebih nyaman, lebih lega dibandingkan Prius.

Permintaan mobil berbahan bakar irit di AS akhir-akhir ini lebih signifikan setelah harga bahan bakar kendaraan dirasa cukup mahal.

Kenaikan harga minyak dirasa cukup memberatkan pada saat Juli tahun lalu.

Namun, Templin berkeyakinan, ada tanda-tanda bahwa ekonomi akan membaik dan pasar untuk mobil berbahan bakar bensin akan semarak lagi.
(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads