Hal tersebut disampaikan pengamat otomotif Suhari Sargo ketika dihubungi detikOto, Kamis (4/6/2009).
Sembari memberikan contoh, jauh sebelum 2009, langkah pemerintah menurut Suhari diakui memang sudah benar, yaitu dengan cara mensosialisasikan BBG melalui bus dan angkutan umum yaitu taksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, wacana ini jangan cuma sebatas sosialisasi saja, tetapi bagaimana implementasinya dan pelaksanaannya, imbuhnya.
pemerintah harus mengembangkan sistem yang mapan sehingga kendaraan benar-benar siap untuk menggunakan bahan bakar gas.
"Prinsip pemerintah sudah benar dan pemerintah harus membuat sistem yang mapan," ujarnya.
Seperti infrastruktur, lanjut Suhari, infrastruktur BBG di lapangan haruslah didukung oleh banyaknya SPBG di seluruh wilayah Indonesia, selain itu, juga sosialisasi kepada pengguna.
Suhari juga meminta faktor keamanan diperhatikan. Seperti penyimpanan tanki gas.
"Tanki gas harus disimpan di tempat yang aman, jangan ditaruh seperti di tempat duduk penumpang, bagaimana kalau ada penumpang yang merokok, wah bisa meleduk itu," ujarnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini