Sopir mengkritik kenapa program bahan bakar gas untuk kendaraan umum sangat lamban.
"Kenapa tidak dari dulu, kok baru sekarang program BBG ini diisukan," ungkap salah satu supir angkot di bogor yang namanya tidak ingin disebutkan ini ketika ditemui oleh detikOto, Rabu (3/6/09).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pencanangan langit biru dengan program BBG di kota Bogor, Pemkot Bogor akan membagikan sebanyak 1.000 konverter gas ke angkot-angkot yang ada di kota Bogor. Dengan demikian masih ada angkot lain yang pasti tidak kebagian konverter gratis.
Namun, jika sopir angkot beli alat tersebut di importirnya, para sopir dikenakan biaya sebesar Rp 15 juta untuk satu mobil.
Ketika disinggung hal tersebut, nampaknya sopir angkot tidak setuju dengan harga yang ditetapkan oleh Pemkot Bogor.
Menurutnya, biaya tersebut terlalu mahal untuk satu unit konverter gas kendaraan roda empat.
"Apalagi, lanjutnya, saya tahu harga yang sebenarnya tidak sebegitu mahal untuk seperangkat alat itu. Mendingan, saya menunggu bantuan dari pemerintah setempat saja," ujarnya.
Sopir angkot lainnya Toto (40), supir angkot Pasar Anyar tujuan Selabenda ini mengaku keberatan dengan biaya Rp 15 juta untuk seperangkat alat BBG pada angkotnya.
"Wah, kalau Rp 15 juta untuk pasang alat seperti mah saya enggak setuju," ungkap Toto kepada detikOto.
(ikh/ddn)











































Komentar Terbanyak
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi
Guru ASN Gugat Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE