Banyak hal yang harus diperhatikan, terlebih bagi kepentingan pengguna mobil sendiri yang nantinya akan mengkonsumsi gas bagi kendaraannya.
Beberapa anggota komunitas otomotif pun angkat komentar mengenai rencana pabrikan minyak negara tersebut, kepada detikOto, Selasa (2/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andreas menambahkan, bagaimana untuk mobil-mobil baru yang masih terikat garansi? Karena dengan dilakukannya perubahan pada mesin, bisa jadi bakal menggugurkan garansi tersebut.
"Kecuali kalau ada fasilitas resmi dari ATPM. Karenanya, akan lebih baik diawali oleh ATPM, bukan usernya," ujarnya.
Selain itu, masih menurut Andreas, yang paling banyak menyumbang polusi kan kendaraan umum, bukan kendaraan pribadi.
"Karena mereka jarang service, sementara kita kan, sebagian besar rutin melakukan service," tutupnya.
Begitu juga komentar dari perwakilan Innova Community, melalui ketua umumnya, Kicky Nelwan.
"Menurut kami rada aneh kebijakan tersebut, karena belum ada contohnya," ujarnya.
Kicky mempertanyakan, apakah ada negara lain yang benar-benar hanya menggunakan gas sebagai bahan bakar kendaraan-kendaraannya. "Setahu saya belum ada kan?" tanyanya.
Kecuali bila sebelumnya ada contoh, mungkin boleh saja kebijakan tersebut diterapkan.
Namun perwakilan Terios Club Indonesia, Tedjo Poerwanto HK, mengaku setuju bila memang kebijakan tersebut diterapkan.
"Kalau perlu tidak hanya Jabodetabek, tapi seluruh Indonesia," ujar pria yang pernah mengajukan diri sebagai caleg ini.
Namun, untuk pengadaan infrastruktur pastinya sulit dan bakal memakan waktu yang lama. "Belum lagi ketahanan alatnya, kalau sudah 3-5 tahun rusak, ada tidak suku cadangnya?" tutup Tedjo.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun