Seperti PT Garuda Mataram Motor yang baru saja meluncurkan varian MPV premiumnya, VW Touran, beberapa hari lalu.
Banyak pihak beranggapan, MPV 7 seater dari VW tersebut, memiliki harga yang terlalu tinggi, sehingga sulit untuk bisa diterima konsumen Indonesia yang terkadang terpaku pada harga ketika pertama kali hendak membeli sebuah mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada faktor lain selain harga yang dilirik konsumen Indonesia ketika hendak membeli mobil," ujar Gunadi.
Faktor lain tersebut, tutur Gunadi, adalah emosi dan gengsi dalam membeli sebuah produk, jadi tidak hanya terpaut pada harga jualnya saja.
"Konsumen di Indonesia masih banyak yang membeli mobil secara emosional, hanya berdasarkan tujuan pencitraan atau gengsi saja," tuturnya.
Jadi, banyak orang rela merogoh kocek sampai ratusan juta hanya untuk membeli sebuah produk yang bisa saja belum tentu dibutuhkan oleh mereka. "Tapi untuk urusan gengsi sangat memadai," ucap Gunadi.
Nah, seperti itulah yang mungkin hendak disasar oleh Touran, dengan nama besar Volkswagen karena reputasi teknologi tingginya,
"Kita punya ceruk segmentasi pasar tersendiri untuk Touran," tutup Gunadi.
(bgj/ddn)











































Komentar Terbanyak
Pertalite Mau Dibatasi, Bahlil: yang Kaya Jangan Ambil Hak Rakyat
Viral Ribut-ribut Perkara Parkir: Istri Turun buat Nge-tag Tempat, Emang Boleh?
Trik Tutupi Pelat Nomor Demi Hindari ETLE Nggak Bakal Mempan