Harga Tinggi, Touran Sulit Saingi Grandis

Harga Tinggi, Touran Sulit Saingi Grandis

- detikOto
Jumat, 29 Mei 2009 15:21 WIB
Harga Tinggi, Touran Sulit Saingi Grandis
Jakarta - Banderol harga VW Touran yang relatif tinggi ternyata dianggap sebagai kelemahan besar produk ini yang membuatnya akan sulit bersaing dengan produk lain.

Karena itulah kompetitor mereka seperti halnya Toyota, Mitsubishi Grandis juga tidak terlalu menganggap produk ini sebagai saingan utamanya.

"Harga yang ditawarkan VW terlalu tinggi, jadi sulit untuk kita menganggapnya sebagai saingan," ujar Direktur Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Rizwan Alamsjah kepada detikOto, Jumat (29/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan banderol harga yang mencapai Rp 395 juta, harga Touran dianggap terlalu tinggi, apalagi bila dibandingkan dengan suguhan fitur maupun disainnya yang menurutnya terbilang biasa saja. Harga Grandis sendiri di pasaran mencapai Rp 335-355 juta, namun Grandis memiliki kapasitas mesin lebih besar dibandingkan Touran. Grandis memiliki kapasitas mesin di atas 2.000 cc sedangkan Touran 1.400 cc.

"Okelah mereka memiliki keuntungan teknologi di bagian mesin, tapi coba lihat sisi lainnya seperti kapasitas mesin, desain produk, kemewahan serta kelapangannya, disana Grandis-lah yang menang," ujar Rizwan.

Sebab menurut Rizwan, selain memiliki kapasitas mesin yang lebih besar, desain produk Grandis pun dianggap jauh lebih baik.

"Begitu pula dari sisi kelapangan kabin, Grandis jauh lebih lega," tutur Rizwan.

Terlepas daripada itu, ada keunggulan Mitsubishi yang belum bisa disamakan dengan VW yakni masalah pelayanan after salesnya di Indonesia.

Karena dengan pengalaman yang lebih banyak, pelayanan purna jual Mitsubishi dianggap jauh lebih baik dan merata di Indonesia dibandingkan dengan VW.

Begitu pula bila kita berbicara mengenai resale velue kedua produk itu. Karena dari sisi itu pun, Grandis menurut Rizwan masih jauh lebih baik dari Touran.

"Karena seperti mobil-mobil non Jepang lainnya, resale value Touran jauh lebih rendah dari kita," ujar Rizwan.

Itu kata Mitsubishi, bila sudah begitu, sekarang tinggal Anda sebagai konsumen yang menentukan.



(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads