Karena itulah kompetitor mereka seperti halnya Toyota, Mitsubishi Grandis juga tidak terlalu menganggap produk ini sebagai saingan utamanya.
"Harga yang ditawarkan VW terlalu tinggi, jadi sulit untuk kita menganggapnya sebagai saingan," ujar Direktur Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Rizwan Alamsjah kepada detikOto, Jumat (29/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Okelah mereka memiliki keuntungan teknologi di bagian mesin, tapi coba lihat sisi lainnya seperti kapasitas mesin, desain produk, kemewahan serta kelapangannya, disana Grandis-lah yang menang," ujar Rizwan.
Sebab menurut Rizwan, selain memiliki kapasitas mesin yang lebih besar, desain produk Grandis pun dianggap jauh lebih baik.
"Begitu pula dari sisi kelapangan kabin, Grandis jauh lebih lega," tutur Rizwan.
Terlepas daripada itu, ada keunggulan Mitsubishi yang belum bisa disamakan dengan VW yakni masalah pelayanan after salesnya di Indonesia.
Karena dengan pengalaman yang lebih banyak, pelayanan purna jual Mitsubishi dianggap jauh lebih baik dan merata di Indonesia dibandingkan dengan VW.
Begitu pula bila kita berbicara mengenai resale velue kedua produk itu. Karena dari sisi itu pun, Grandis menurut Rizwan masih jauh lebih baik dari Touran.
"Karena seperti mobil-mobil non Jepang lainnya, resale value Touran jauh lebih rendah dari kita," ujar Rizwan.
Itu kata Mitsubishi, bila sudah begitu, sekarang tinggal Anda sebagai konsumen yang menentukan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?