VW Touran Belum Jadi Mobil Rakyat

VW Touran Belum Jadi Mobil Rakyat

- detikOto
Kamis, 28 Mei 2009 17:44 WIB
VW Touran Belum Jadi Mobil Rakyat
Jakarta - Volkswagen yang dalam bahasa Indonesia berarti 'Mobil Rakyat' tampaknya tidak bisa dikecap begitu saja saat ini, terutama untuk pasar otomotif nasional.

Lihat saja dari harga jual yang ditawarkan pada setiap produknya. Seperti halnya, VW Touran yang baru saja diluncurkan.

Dengan harga jual Rp 395 juta On The Road, rasanya terlalu tinggi untuk kocek masyarakat indonesia yang masih gemar membeli varian-varian MPV sejenis Touran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal Touran sudah dalam skema CKD, namun tidak secara signifikan menurunkan harga jualnya. Sehingga bila dibandingkan dengan kompetitor sekelasnya, dari segi harga Touran sangat jauh di atas.

Namun, CEO Garuda Mataram Motor, Andrew Nasuri memiliki pendapat sendiri mengenai hal itu.

"Untuk kelas MPV, memang harganya lebih tinggi, tapi dengan fitur-fitur yang disediakan, kita tetap memiliki konsumen spesial," bela Andrew, di sela-sela acara peluncuran VW Touran di Ritz Charlton Pacific Place, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis, (28/5/2009).

Touran, lanjut Andrew, tidak bisa disejajarkan dengan MPV lain. "Karena ini MPV premium," lanjutnya.

Namun, tambah Andrew, kedepannya untuk model-model baru, ia akan berusaha untuk memberikan harga yang kompetitif, dengan skema CKD yang lebih banyak lagi.

Sehingga, semuanya kembali pada konsumen, apakah harga Rp 395 juta yang ditawarkan tersebut layak untuk ditebus, meskipun Touran memiliki segudang fitur-fitur canggih sekalipun.

Jika VW menyatakan, kehadiran Touran adalah sebagai titik balik kebangkitan VW di tanah air, apakah kebangkitan itu bisa diartikan VW akan kembali menjadi mobil rakyat dengan harganya yang terjangkau?

(bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads