Pemerintah jangan menyepelekan keahlian anak-anak SMK yang telah membuat mobil nasional Esemka.
Paling tidak, pemerintah mengakomodir kemampuan anak-anak SMK. Hal tersebut disampaikan pengamat otomotif, Suhari Sargo ketika dihubungi detikOto, akhir pekan lalu.
"Pemerintah jangan menyianyiakan keahlian anak SMK, dan diberi peluang untuk dapat pendidikan umum dengan diberikan pendidikan umum keluar negeri dengan tujuan mendalami keahlian mereka," katanya.
Β
Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar menunjang kreatifitas dan keinginan serta keberanian anak-anak SMK tersebut agar keahlian mereka tidak mati begitu saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya ini, lanjut Suhari, berkembangnya keahlian anak-anak dalam membuat mobil bisa disalurkan untuk industri otomotif dalam negeri.
"Untuk kelanjutannya pekerja disalurkan untuk pabrik mobil yang ada di Indonesia," ujarnya.
Anak-anak SMK saat ini sudah membuat 5 protipe mobil nasional Esemka berkapasitas 1.500 cc yaitu SUV, pick up double cabin, sedan, pick up single cabin serta van.
Dari keseluruhan prototipe Esemka ini telah dikembangkan oleh SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, Magelang Yogyakarta, untuk bodi dan desainnya. SMK 4 Negeri Jakarta, dan SMK 1 Cibinong khusus mengembangkan teknologi.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Tampang SUV Seharga Rp 104 Jutaan yang Sudah Bisa Dipesan di Dealer