Tujuan survey ini, agar pembuatan mobil murah yang direncanakan bisa terwujud 3-4 tahun kedepan bisa diterima pasar di tanah air.
"Kita mau survey pasar dulu, berapa harga yang pantas, adaΒ juga yang bilang harus di bawah Rp 50 juta, ada yang bilang di bawah Rp 60 juta," kata Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin Budi Dharmadi saat ditemui disela-sela Pameran Produksi Indonesia JIExpo Kemayoran, Rabu (13/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara ini penting dalam menangkap kemauan pasar di tanah air dalam pengembangan mobil murah.
Ia menjelaskan pengembangan mobil murah (low cost car) di Indonesia nantinya tidak hanya sebatas berkutat pada harga yang murah, namun harus juga mengedepankan aspek tingkat ekonomis bahan bakar yaitu setidaknya mampu mengkonsumsi bahan bakar 1:25 (1 liter mampu melaju hingga 25 km)
"Kalau bicara mobil murah itu sudah ada Tata Nano yang low cost car tapi belum eco car," ucap Budi.
Sekarang ini sudah ada beberapa mobil nasional diantaranya merek GEA, Arina, namun masih sebatas prototipe saja.Β
Ia juga menjelaskan, dalam pengembangan mobil murah, harus dikedepankan juga keunggulan mesin, yang sekarang ini masih tahap pengembangan mobil.
"Kita harus ciptakan engine yang bisa lakuΒ di pasar, apa mau seperti Tata Nano? Kita ingin yang safe," jelas Budi.
(hen/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih