Terlalu Lama Inden, Penjualan Mobil Tersendat

Terlalu Lama Inden, Penjualan Mobil Tersendat

- detikOto
Kamis, 30 Apr 2009 11:13 WIB
Terlalu Lama Inden, Penjualan Mobil Tersendat
Jakarta - Kondisi pasar yang tidak bisa diprediksi, tampaknya membuat Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) berhati-hati dalam memproduksi produknya.

Seakan ingin bermain aman, ATPM lebih menggantungkan jumlah produksi berdasarkan permintaan pasar, yang berakibat konsumen yang ingin membeli produk harus inden terlebih dahulu.

Seperti yang dilakukan Suzuki Indomobil Sales, melalui 4W Marketing & Sales Marketing Brand II Section Head Manager PT Suzuki Indomobil Sales, Bebin Djuana, yang mengakui hal tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita selaku ATPM saat ini cenderung berhati-hati dalam menentukan jumlah produksi," ujarnya ketika dihubungi detikOto, Rabu, (29/4/2009)

Karenanya, lanjut Bebin, beberapa varian Suzuki dikabarkan memiliki stok yang terbatas, bahkan kurang, sehingga konsumen harus menunggu apabila ingin membelinya.

Setelah APV Luxury, Karimun Estilo pun dikabarkan mengalami kekurangan stok, sehingga konsumen harus menunggu untuk mendapatkan si imut city car dari Suzuki tersebut.

Bebin berpendapat, dibatasinya produksi agar tidak terjadi penumpukan, sehingga whole sales bisa menjadi lebih sehat.

Akan tetapi, langkah tersebut justru malah menurunkan minat pasar untuk membeli produk Suzuki, hal tersebut bisa dilihat dari catatan penjualan Suzuki yang terus mengalami penurunan.

Karimun Estilo yang di bulan Februari mencatat penjualan sebanyak 526 unit, sedangkan bulan Maret hanya tercatat 6 unit saja.

Begitupun dengan varian Hactback mereka, yakni Suzuki Swift dan X-Over, yang bulan Februari, keduanya masih di atas 100 unit, namun pada bulan Maret, hanya 1 unit saja yang terjual.

Bila terus seperti itu, tampaknya Suzuki harus melakukan beberapa langkah strategis agar penjualan produknya kembali bergairah, karena kalau tidak, bukan tidak mungkin penjualan Suzuki akan terus terpuruk meskipun kedepannya kondisi pasar sudah cenderung membaik.



(bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads