Chevrolet di Indonesia menegaskan bahwa GMAI tidak akan memiliki nasib serupa dengan GM Amerika.
Hal tersebut ditegaskan oleh Managing Director GMAI Mukiat Sutikno dalam acara Chevy Taxi Ghatering dan peluncuran Chevrolet Lova ke pasar taksi nasional di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (17/4/2009) .
"GM yang berada di Asia Pasifik termasuk Indonesia tidak akan menemui
kebangkrutan seperti GM Amerika," tegas Mukiat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi bila terjadi masalah di salah satu wilayah, yang lain tidak akan terkena dampaknya secara signifikan.
"Apapun yang terjadi di GM Amerika tidak akan mempengaruhi kami di Indonesia," ungkapnya.
Apalagi dalam lima tahun belakangan ini GM wilayah Asia Pasifik dan Amerika Latin & Timur Tengah merupakan tambang uang bagi GM. "Jadi sangat jauh kemungkinan untuk bangkrut," ujarnya.
Di Asia Pasifik sendiri GM memiliki 15 pabrik yang menyokong ekspansi bisnis mereka di kawasan ini.
GM Amerika saat ini sedang mengalami krisis keuangan yang sangat akut sehingga kemungkinan untuk bangkrut sangatlah mungkin untuk terjadi. Saat ini berbagai merek GM telah dipasarkan ke 155 negara di dunia.
Sementara di Indonesia GM telah menancapkan kukunya sejak tahun 1950-an dan telah memasarkan lebih dari 200.000 unit kendaraannya. GMAI pun juga telah melengkapi diri mereka dengan 35 sales outlet, 37 service outlet serta 248 part shop yang tersebar dari Sumatera hingga Papua.
"Jadi kemungkinan nasib kami sama dengan GM Amerika sangatlah jauh," tegasnya. (syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar