Tidak terkecuali PT Toyota-Astra Motor, meskipun untuk saat ini masih merajai pasar otomotif Indonesia ikut terkena imbas dari krisis ekonomi global tersebut.
"Krisis global pasti mempengaruhi penjualan kami. Itu dibuktikan dengan menurunnya penjualan Toyota mencapai 30% sampai bulan Februari ini," ujar Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan di sela-sela peluncuran New Yaris, Senin (16/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, masih menurut Johnny, di tengah memburuknya pasar otomotif dunia, Toyota Corp justru memandang Indonesia tetap memiliki potensi pasar yang besar, dengan bukti market share Toyota sebesar 49,7% di pasar nasional.
"Itu peluang, tapi bisa jadi beban buat kita, karena berarti harus di atas target. Harus lebih kerja keras," ujar Johnny.
Oleh karena itu, meskipun di awal 2009 ini market share Toyota mengalami penurunan, Johnny mengaku TAM justru dapat kenaikan target oleh Toyota Corp, sehingga TAM bisa menjamin tidak akan melakukan PHK. "Justru kita perlu kerja di atas target, PHK itu jalan terakhir sekali buat kami," ujar Johnny.
Karenanya, untuk varian terbarunya, New Yaris, TAM berusaha sebisa mungkin
bagaimana membuat Yaris tetap dengan harga terjangkau.
"Pasar lesu, market turun, pada akhirnya, hanya mobil yang irit dengan harga terjangkau yang bisa bertahan," ujar Johnny.
Meskipun mengalami tekanan berat, sebagai produsen otomotif asal Jepang, Toyota tetap akan memimpin pada industri otomotif Indonesia 2009.
"Toyota akan sulit dikalahkan pada industri otomotif Indonesia 2009," kata pengamat otomotif Martin T. Teiseran kepada detikOto.
Menurutnya, keberhasilan Toyota dinilai karena memproduksi mobil yang sangat pas sekali untuk konsumen.
"Bukan saja produknya, dilihat dari sistem pemasaran dengan jaringan yang mendukung, Toyota sudah sangat memimpin, sehingga pengembangannya sangat baik dan keberhasilan ini sangat sulit untuk disusul oleh produsen otomotif lainnya," ujarnya.
Toyota semakin diminati oleh konsumen karena didukung dengan mengeluarkan mobil baru yang baik dan juga nilai jual mobil bekas Toyota tidak terlalu jatuh, ditambah after salesnya memudahkan konsumen.
Martin mengiyakan hal tersebut. "Konsumen mencari mobil baru yang baik dan
begitu dijual kembali harganya pun tidak terlalu anjlok. Selain itu, spare part produk Toyota yang begitu mudah didapati, hal inilah yang mempertahankan posisi Toyota di 2009," ujarnya.
Sementara di negara asalnya Jepang, Toyota sendiri sudah merajai pasar otomotif sebesar 40 persen, di Amerika toyota sudah merajai pasar mencapai 20 persen, dan Indonesia Toyota menguasai pasar otomotif sebesar 40 persen lebih di tahun 2008.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas