Jika perbankan belum menurunkan maka perusahaan pembiayaan tidak akan menurunkan besaran kredit kendaraan bermotor.
Hal tersebut disampaikan Sekjen Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Dennis Firmansyah kepada detikOto awal pekan ini.
Dennis menjelaskan selama ini pola penurunan kredit di tingkat perbankan biasanya akan terjadi sampai 3 bulan setelah penurunan BI Rate, yang akan dilanjutkan pada penurunan kredit di perusahaan pembiayaan.
"Paling sekarang ini bisa turun 1%, kalau bank bisa turun 3% maka kita bisa 2%," imbuhnya.
Saat ini kata dia, besaran bunga kredit untuk kendaraan roda empat masih mencapai 21%, sedangkan untuk roda dua masih berada di kisaran 30% sampai 32% efektif rate.
"Sekarang pembiayaan yang bisa dapat besaran kredit dari bank 15% sampai 18%, kalau yang dapat 18% bisa mengenakan kredit 21%, kalau yang dapat dari bank 16% bisa kasih bunga 19%," jelasnya.
Selama ini, lanjut Dennis, besaran pembiayaan untuk roda dua dan roda empat rata-rata pertahunnya mencapai Rp 80 triliun sampai Rp 90 triliun atau dengan rata-rata Rp 7 triliun per bulan.
Ia menambahkan jika terjadi proyeksi penurunan hingga 20% maka rata-rata pembiayaan hanya mencapai Rp 5 triliun sampai Rp 6 triliun.
(hen/ddn)
