Honda Kompori Pasar MPV

Honda Kompori Pasar MPV

- detikOto
Rabu, 11 Mar 2009 18:47 WIB
Honda Kompori Pasar MPV
Jakarta - Perseteruan pasar kelas MPV semakin menghangat akan tetapi PT Honda Prospect Motor (HPM), selaku ATPM Honda tampaknya menanggapinya dengan malu-malu.

Rencananya, Honda akan mengisi pasar MPV itu dengan varian terbarunya, Honda Freed, yang akan diluncurkan bulan Juni 2009 nanti, yang didahului dengan mengenalkan varian MPV Honda Freed.

Dengan adanya preview ini, Honda sepertinya hendak memainkan sentimen pasar, dengan harapan, pasar menunggu kehadiran Freed, meskipun para kompetitor sudah meluncurkan varian MPV lebih dulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karenanya, sampai saat ini, PT HPM belum berani mengeluarkan taksiran harga, bahkan untuk jumlah produksinya sekalipun.

"Harga belum bisa dipastikan, setidaknya berada di atas Honda Jazz, sekitar Rp 200 juta-an, sedang untuk jumlah produksi, kami masih mempelajari pasarnya," ujar Direktur Marketing dan Aftersales Service PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy dalam exclusive media preview Honda Freed di Djakarta XXI Theater, di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (11/3/2009)

Akan tetapi, Jonfis, menampik rumor soal sentimen pasar tersebut. Menurutnya, butuh waktu untuk mengeluarkan sebuah produk baru, dan preview ini bertujuan untuk meluruskan segala opini yang beredar mengenai Honda Freed.

"Dengan kehadiran Freed, kami mencoba membuka segmentasi baru. Setidaknya, Freed bisa menjadi alternatif bagi konsumen yang sudah bosan dengan model 7 seater yang sudah lebih dulu ada, seperti Livina, maupun Serena," ujar Jonfis membela diri.

Serupa dengan Honda, Suzuki pun berniat melakukan hal yang sama, yakni review varian MPV terbarunya, APV Luxury, sementara Daihatsu, seolah sudah yakin, sehingga lebih dulu meluncurkan Daihatsu Luxio.

Bisa dipastikan, dengan padatnya pasar kelas MPV ini, membuat seluruh ATPM
berhati-hati dalam mengeluarkan produknya. Terlebih dengan kondisi ekonomi yang belum juga membaik, mereka lebih memilih untuk melakukan upaya wait and see terhadap sentimen pasar.
(bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads