Hal itulah yang membuat perdagangan nomor-nomor cantik kendaraan kini masih saja menjadi sebuah ladang bisnis yang mengiurkan bagi sejumlah biro jasa.
"Sebenarnya untuk mobil-mobil baru, saat ini kita bisa memesan sendiri nomor yang kita inginkan, namun sulit," ungkap Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane kepada detikOto, kamis (19/02/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mendapatkan nomor-nomor cantik biasanya biro jasa memesan ke orang dalam di kepolisian," ujarnya.
Sebab, permintaan yang tinggi dan keberanian konsumen membayar sebuah nomor seolah memancing biro-biro jasa untuk menjalin kerja sama dengan para oknum agar nomor yang mereka inginkan mudah didapatkan.
Pihak kepolisian sering kali membantah mengenai hal ini. Kepala Seksi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Indra Jafar membantah kalau pihaknya ada yang terlibat dalam jual beli nopol tersebut.
Namun, Indra sendiri tidak menampik adanya jual beli nopol cantik tersebut, khususnya di kalangan masyarakat.
"Jika ada, biasanya balik nama dan itu diantara mereka saja. Dan jika ada balik nama atas nopol cantik, kami hanya melayani seperti umumnya saja," ujar Indra kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya beberapa waktu lalu. (syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina