Angka ini tidak jauh berbeda dengan Gaikindo yang memperkirakan penurunan mencapai 30 persen.
Meski mengalami penurunan penjualan, konsultan otomotif Frost and Sullivan yakin dengan potensi sektor otomotif di Indonesia masih bisa menjadi penggerak ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan penjualan mobil terjadi karena kenaikan harga kendaraan, melemahnya daya beli masyarakat akibat krisis global.
"Fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dan relatif terlindungi dari krisis global, ketika ekonomi Indonesia bangkit kembali kami percaya sektor otomotif Indonesia akan memiliki peranan penting dalam peningkatan tesebut," ujarnya.
Vivek menjelaskan, mobil-mobil serba guna akan semakin diminati masyarakat dan tidak akan menurun jumlah penjualannya. Namun untuk kendaraan niaga seperti truk, akan mengalami penurunan karena krisis ekonomi yang masih akan terjadi pada tahun ini.
(ddn/syu)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih