Piyu Padi Jajal Motor Tercepat di Dunia

Piyu Padi Jajal Motor Tercepat di Dunia

- detikOto
Selasa, 16 Des 2008 11:01 WIB
Piyu Padi Jajal Motor Tercepat di Dunia
Jakarta - Berkunjung ke pabrik pelumas Top 1 di California, AS tidak disia-siakan oleh grup musik Padi. Tak terkecuali bagi sang gitaris Piyu. Gitaris ini pun menjajal roda dua tercepat di dunia yakni Top 1 Ack Attack.

Top 1 Ack Attack pernah memecahkan rekor dunia dengan kecepatan 580,71 km/jam. Bahkan Piyu sempat mencoba menaiki motor yang dibuat oleh Mike Akatiff itu.

Namun sayang, gitaris yang memiliki nama asli Satriyo Yudi Wahono ini tidak mencoba langsung sensasi motor tercepat ini. "Karena motor hanya untuk dinaiki saja dan tidak bisa dijalankan," ucap Piyu sang gitaris di Crown Hotel di Jakarta, Senin (15/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain mencoba motor tercepat, di pabrik pelumas Top 1, di California, PADI bertemu Presiden Top 1 yaitu Joe Ryan, untuk melihat secara langsung proses produksi oli tersebut, mulai dari peracikan hingga pengemasan barang yang siap dikirim ke berbagai belahan dunia.

Kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh group band Padi, mereka juga melakukan shooting video klip di pabrik oli Top 1. Video klip ini direncanakan akan menjadi video klip album terbaru Padi.

Menurut Piyu ada yang menarik ketika Padi bertolak ke Amerika Serikat pada tanggal 20 November hingga 5 Desember 2008 lalu untuk memenuhi undangan warga Indonesia ke New York, Washington DC, dan Los Angeles.

Kedatangan Padi ke AS guna menggelar konser untuk memenuhi hasrat warga Indonesia yang rindu akan kampung halamannya yaitu Indonesia.

Di tiga kota tersebut, Padi membawakan lagu dari album pertama dan kedua. "Alasannya karena masyarakat Indonesia di sana hanya mengenal lirik dari kedua album tersebut," ujar Piyu.

Dan ada yang mengharukan dari konsernya kali ini bagi personel Padi, tiket konser yang dihargai Rp 420.000 habis terjual sebelum hari H pertunjukan.

"Saya senang sekali, mungkin ini salah satu kesempatan yang tidak terlewatkan warga Indonesia yang tinggal di Amerika untuk mengenal lebih jauh tentang group band Padi, karena selama ini mereka hanya mengenal nama Padi saja, kata Piyu.

Dan setelah bincang panjang dengan warga Indonesia, kebanyakan dari mereka yang sudah 8 tahun bahkan 10 tahun tidak pulang ke negara Indonesia, tambah Piyu. Semoga warga Indonesia di AS sana terhibur.
(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads