Ketika lampu lalu lintas berwarna merah, mereka siap untuk menjajakan barang dagangannya. Yah, mereka adalah penjual masker jalanan dengan harga yang sangat miring.
Salah satu pedagang yang beroperasi di daerah Kalimalang bernama Agung, usianya sekitar 30 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembari menunggu lampu hijau menyala, detikOto sempat berkenalan dan akhirnya berbincang dengannya akhir pekan lalu.
Ceritanya, awal pertama kali ia memutuskan untuk berdagang masker karena tuntutan hidup. "Yah dari pada saya menganggur terus, mending saya jualan. Sekedar untuk makan lah," akunya.
Agung menjual masker yang dia dapat dari industri rumahan di Cengkareng. Tiap kali menerima kiriman barang, ia selalu mendapatkan 4 lusin atau sekitar 48 jenis barang yang terdiri dari masker dan sarung tangan.
Masker yang ia jual terbuat dari busa sampai katun asli. Begitu juga dengan satung tangan. Harganya pun bervariasi, untuk masker dan sarung tangan ia menjual dari Rp 3.000 hingga Rp 15.000. "Jadi enggak kalah bagus sama yang dijual di toko-toko," ungkapnya.
Tapi sayang, walaupun jumlah pengendara sepeda motor kian banyak, ia tetap harus mengelus dada tiap kali dagangannya tidak laku terjual. (qui/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?