Pedagang Masker Coba Bertahan Hidup

Pedagang Masker Coba Bertahan Hidup

- detikOto
Rabu, 10 Des 2008 13:01 WIB
Pedagang Masker Coba Bertahan Hidup
Jakarta - Setiap pengendara sepeda motor pasti hapal betul dengan pedagang yang satu ini. Biasanya mereka mangkal di tikungan atau perempatan jalan.

Ketika lampu lalu lintas berwarna merah, mereka siap untuk menjajakan barang dagangannya. Yah, mereka adalah penjual masker jalanan dengan harga yang sangat miring.

Salah satu pedagang yang beroperasi di daerah Kalimalang bernama Agung, usianya sekitar 30 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Profesi sebagai penjual masker di pinggir jalan telah ditekuninya selama dua tahun. Penghasilan yang didapat pun lumayan banyak, Rp 30.000 per hari. Jika ditotal maka tiap bulan ia bisa mendapatkan kurang lebih satu juta rupiah.

Sembari menunggu lampu hijau menyala, detikOto sempat berkenalan dan akhirnya berbincang dengannya akhir pekan lalu.

Ceritanya, awal pertama kali ia memutuskan untuk berdagang masker karena tuntutan hidup. "Yah dari pada saya menganggur terus, mending saya jualan. Sekedar untuk makan lah," akunya.

Agung menjual masker yang dia dapat dari industri rumahan di Cengkareng. Tiap kali menerima kiriman barang, ia selalu mendapatkan 4 lusin atau sekitar 48 jenis barang yang terdiri dari masker dan sarung tangan.

Masker yang ia jual terbuat dari busa sampai katun asli. Begitu juga dengan satung tangan. Harganya pun bervariasi, untuk masker dan sarung tangan ia menjual dari Rp 3.000 hingga Rp 15.000. "Jadi enggak kalah bagus sama yang dijual di toko-toko," ungkapnya.

Tapi sayang, walaupun jumlah pengendara sepeda motor kian banyak, ia tetap harus mengelus dada tiap kali dagangannya tidak laku terjual. (qui/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads