Bengkel tangki motor itu adalah milik Rachmad. Siang itu, terik panasnya sinar matahari tak menyurutkan semangat bapak 3 anak ini untuk melanjutkan tugasnya menjadi ahli ketok tangki motor. Bermodal palu, besi behel dan beberapa alat pendukung, Rachmad mulai memainkan rumusnya untuk merubah tangki bensin motor yang rusak untuk dikembalikan kebentuk semula dengan sentuhan tangan lembutnya.
Rachmad yang membuka usaha ketok tangki sejak tahun 1986 mengakui mendapatkan keahlian ini tidak harus kursus atau pendidikan formil lainnya. Rachmad mengakui, keahlian ini ia dapatkan dari orang tuanya yang memang juga membuka usaha ketok tangki motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kepuasan konsumen, biasanya Rachmad tak mahal-mahal mematok harga. Ia punya tarif Rp 50 ribu untuk kerusakan biasa. "Tapi jika tangki motornya rusak parah biasanya saya hargai Rp 100 ribu. Dan itu di luar cat. Untuk cat terserah konsumen mau nyari dimana," ucap Rachmad kepada detikoto, Senin (24/11/2008).
Warga Gang Wedana Jakarta Pusat ini mengakui sangat senang menjalankan aktifitas sehari-harinya sebagai tukang ketok tangki motor. Rachmad mengaku penghasilan yang didapatkan lumayan untuk menggenapi kebutuhan sehari-hari.
Tapi namanya orang berjualan jasa, ia mengungkapkan pendapatannya fluktuatif. "Masalah pelanggan tidak bisa ditentukan, kadang tidak sama sekali dalam satu hari kadang juga satu hari saya bisa dapat 4-5 pelanggan bahkan saya sampai kewalahan, jadi tidak menentu," cerita Rachmad.
(tbs/tbs)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?