Imperial, Hadiah Raja Saudi

Seri Mobil Soekarno (2)

Imperial, Hadiah Raja Saudi

- detikOto
Selasa, 28 Okt 2008 15:48 WIB
Imperial, Hadiah Raja Saudi
Jakarta - Mobil yang digunakan sebagai mobil dinas kepresidenan oleh pemimpin pertama negara ini, datang dari berbagai sumber. Entah itu hasil rampasan dari penjajah, atau pun juga hadiah dari negara sahabat. Hal yang kedualah yang menjadi awal hadirnya Chrysler Imperial buatan tahun 1955 yang saat ini duduk manis di Gedung Juang 45, Jakarta.

Mobil yang menyandang nomor polisi B9105 tersebut pernah mendapat kesempatan yang istimewa untuk membawa sang proklamator kemerdekaan ke berbagai tempat ketika dia berdinas sebagai presiden RI. Karena mobil tersebut adalah hadiah yang diberikan oleh Raja Arab Saudi, yaitu, Raja Ibnu Saud.

Chrysler Imperial adalah sebuah mobil mewah yang sangat powerful dan menawan di masanya. Sebab, melalui mesin 5.4 liter Hemi V8 yang diusung, Chrysler Imperial mampu menyemburkan tenaga yang termasuk dahsyat untuk kelas dan masanya, yakni, hingga 250 horsepower (209 kW).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mobil ini pun juga termasuk mobil 'modern' yang telah dilengkapi oleh beberapa teknologi yang sudah cukup canggih untuk ukuran masa itu. Misalnya, Imperial pada produksi pertamanya saja sudah berhasil mengaplikasi transmisi otomatis yangΒ  ketika itu bahkan masih jarang digunakan.

Sebanyak 7.840 unit Imperial bermodel sedan empat pintu berhasil dibangun pada tahun 1955. Dan Sementara untuk yang versi Newport hardtop coupe dua pintu hanya diproduksi sebanyak 3.418 unit.

Mobil yang merupakan hasil desain dari Virgil Exner ini pun, juga mempunyai sejarah yang sangat 'mengesankan' di Indonesia ketika 'berdinas' sebagai mobil kepresidenan RI. Karena, mobil ini mampu 'menyelamatkan' sang presiden dari peristiwa penggranatan di Cikini pada tanggal 30 November 1957.

Peristiwa itu terjadi ketika Presiden Soekarno menjemput anak-anaknya yang bersekolah di Perguruan Cikini, termasuk Megawati. Hingga kini, cacat yang terdapat pada spatbor kiri dan kaca belakang mobil, masih tetap dipertahankan sebagai bukti sejarah. (syu/tbs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads