Tata Nano Tak Sendirian

Banjir Mobil Murah di India

Tata Nano Tak Sendirian

- detikOto
Kamis, 16 Okt 2008 14:45 WIB
Tata Nano Tak Sendirian
Jakarta - Sejak diumumkan resmi kabarnya awal tahun 2008 ini, jadwal launching Tata Nano masih juga belum pasti. Terkait dengan kesulitan membangun pabrik perakitan, media lokal di India meragukan manajemen Tata akan bisa memenuhi janji merilis Tata Nano pada tahun ini.

Keraguan ini sebetulnya telah dijawab pihak Tata pada akhir September 2008 lalu. Seperti dikutip techwhack.com pekan lalu (26/92008) misalnya, Tata menyebut, β€œNano akan dikeluarkan dalam rentang kuarter terakhir antara Oktober sampai dengan Desember tahun ini seperti yang dijanjikan.” Artinya jadwal Nano untuk diluncurkan akhir tahun ini tetap tak berubah.

Namun tak urung, tanda tanya masih tersisa juga bagi media. Spekulasi soal jadwal launching pun muncul. Media yang sama, techwhack.com menebak Tata Nano akan dirilis 28 Desember 2008. Alasannya sederhana, saat itu adalah hari ulang tahun Ratan Tata, bos besar dari Tata Group yang memproduksi Tata Nano.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tata Nano adalah proyek mobil murah buatan Tata Group. Jika jadi dilansir, harnya dijamin tak lebih dari 100.000 rupee (1 lakh) atau sekitar Rp 22,5 juta dalam kondisi standar tanpa AC. Mobil ini menggunakan mesin dengan kapasita 624 cc yang mampu dikebut sampai kecepatan 104 km/jam. Konsumsi bahan bakarnya pun irit, sekitar 1:20 liter untuk setiap kilometer.

Namun Tata Nano boleh jadi takkan lama-lama menyandang predikat mobil termurah di dunia. Pasalnya, beberapa produsen pun ikut-ikutan membuat mobil rakyat. Kompetitor Tata di India, Bajaj Auto LTD dengan dukungan Nissan-Renault juga membuat mengaku telah memulai program mobil murah. Produknya diprediksi baru akan muncul tahun 2011.

Perusahaan lain, Ajanta Group yang dikenal produsen skuter listrik - pun mencanangkan program serupa. Mereka mengumumkan proyek yang disebut Oreva Super. Targetnya adalah membuat mobil murah, bahkan lebih murah dari Tata Nano. Dalam kondisi standar tanpa AC, mobil itu akan dibandrol 85.000 rupee atau sekitar Rp 20 juta. Sistemnya elektrik tanpa BBM dan dijadwalkan muncul ke pasaran tahun depan.

Sementara di Indonesia, bisakah GEA produksi PT INKA mampu mengisi ruang mobil rakyat nasional?

(syu/tbs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads