2009, Tahun yang Gelap

Presdir TAM:

2009, Tahun yang Gelap

- detikOto
Selasa, 14 Okt 2008 16:05 WIB
2009, Tahun yang Gelap
Jakarta - Walau bursa membaik, namun mimpi buruk resesi global belum sepenuhnya hilang. Setidaknya bagi industri otomotif. Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan malah menyebut tahun 2009 sebagai tahun yang gelap.

"Bila kemarin saya melihat 2009 itu sebagai tahun suram karena banyak isu seperti kenaikan Pajak dll, sekarang saya melihat 2009 itu sebagai tahun yang 'gelap' karena masalah kita ditambah dengan krisis ekonomi dunia sekarang ini," kata Johnny Darmawan saat berbicara dalam acara peluncuran Toyota New Avanza di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa (14/10/2008).

Oleh karena itu, TAM pun akan membuat rencana bisnis. Terlebih tahun 2009, hanya tinggal dalam hitungan bulan. Sikap hati-hati ini ditunjukkan dalam menilai target penjualan mobil. Jika angka nasional semula yakin bisa menembus penjualan 600.000 unit, TAM menilai kemungkinan mobil yang terjual tahun ini tak lebih dari 580.000 unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk tahun depan mungkin stagnan, atau justru menurun. "Ya, hal tersebut sangat mungkin terjadi. Karena bila melihat indikator-indikator ekonomi yang ada, bisa jadi penjualan tahun depan hanya akan dapat mencapai angka 500 -550 ribuan unit saja," kata Johnny.

Resesi global membayang menyusul bangkrutnya sejumlah institusi keuangan besar di Amerika Serikat. Pekan lalu, bursa seluruh dunia terkoreksi besar-besaran. Pemerintah Indonesia pun sampai menyiapkan beberapa langkah khusus untuk menghadang ancaman resesi, antara lain kenaikan suku bunga BI yang juga berakibat kenaikan suku bunga kredit untuk konsumen. (tbs/tbs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads