Dan melihat begitu luasnya potensi pasar otomotif Indonesia yang masih belum di garap dengan baik, PT INKA (Industri Kereta Api) dari Madiun pun menggagas terciptanya sebuah mobil nasional baru buatan lokal yang akan dinamakan GEA.
Desas-desus lahirnya mobil yang memiliki konsep sebagai citycar berkapasitas 500 cc ini pun langsung saja merebak, dan mencuri banyak perhatian. Bukan hanya dari beberapa kelembagaan yang menangani angkutan saja yang tertarik. Namun juga sudah muncul berbagai tanggapan dari sejumlah masyarakat menyangkut akan lahirnya citycar buatan Indonesia tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga disuarakan oleh Didie Prasetyo seorang wiraswasta yang tinggal kota Surabaya. βHal pertama yang harus kita lihat dari kelahiran GEA nanti adalah masalah after sales service dari produk ini. Karena tidaklah mungkin orang berani membeli sebuah kendaraan bila pelayanan purna jualnya belum jelas,β kata Didie.
Lebih jauh, Didie malah memprediksi nasib GEA. Katanya, GEA bisa jadi hanya akan laku terjual di kota-kota kecil, seperti Kediri atau Malang. "Sebab, untuk mendobrak pasar perkotaan saya rasa sangat sulit, mengingat warga kota pasti memilih sebuah merek yang menurut mereka familiar," tuturnya.
Sementara itu, ada pula yang memberikan tanggapan yang cukup tajam, seperti yang dikatakan oleh Jimmy Indra, seorang mahasiswa PTS di Jakarta, βSaya tak begitu tertarik dengan lahirnya mobil tersebut, sebab menurut saya, kalau kita membeli kendaraan, kualitaslah yang pertama kali kita lihat. Mendingan Saya beli citycar bekas tapi sudah terbukti tangguh."
Apa pendapat Anda?
(syu/tbs)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas