Dr. Nyoman Jujur, selaku koordinator RUSNAS Enggine (Riset Unggulan Strategis Nasional) dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengakui mobil GEA yang saat ini menggunakan mesin berkapasitas 650 cc buatan Cina akan mengalami perubahan. Pihak BPPT-pun sudah berkordinasi dengan PT INKA.
Saat ini, body mobil GEA tetap menggunakan produk PT INKA, namun mesin dibuat oleh sebuah sebuah industri lokal yaitu PT VEGA yang berlokasi di Tegal, Jawa Tengah. Dana yang didapatkan untuk membuat mesin tersebut berasa dari Kementerian Riset dan Teknologi (Menristek).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uji emisi dan ketahanan mesin buatan lokal, sementara ini hasilnya cukup memuaskan. Mesin yang diuji oleh BPPT dengan menggunakan dainotes (simulasi) selama 100 jam tanpa henti menghasilkan mesin yang stabil dan bagus, dan lebih baik dari mesin buatan Cina. Mobil GEA yang proses pembuatannya sudah 6 tahun dan melewati tahap trial by error diharapkan dapat diterima di hati masyarakat Indonesia. "Mudah-mudahan akan masuk pasar City Car di Indonesia," ungkap Nyoman.
PT INKA sampai saat ini masih menunggu hasil ujicoba yang dilakukan oleh BPPT sebagai pihak yang pertama berwenang melakukan uji kendaraan dan masih menunggu lampu hijau Dephub atas otoritas mengizinkan GEA untuk berjalan. Setelah itu barulah dilempar ke pasaran. Sejauh ini, 5 sampel produk telah disiapkan BPPT dan PT INKA sebagai contoh. (asy/asy)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta