Setelah diluncurkan pada Selasa (20/7/2010) di Planet Hollywood, Jakarta, 10 motor Revo Techno AT langsung diberangkatkan menuju Pulau Dewata, Bali.
Desain Revo Techno AT mengusung unsur sporty meski tidak ada gigi. Balutan-balutan itu dapat terlihat dari garis bodi depan hingga bodi buritan. Semua mengandung unsur baru dan muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari tengah hingga belakang, Revo Techno AT mencerminkan cita rasa produk berkulitas tinggi dengan menggunakan teknologi advance.
Sementara, pedal rem belakang tetap berada di kaki kanan. Tak ada perubahan. Namun, ada hal yang membuat sepeda motor itu berkelas ketika menguak fitur keselamatan dan keamanan yakni tuas pengunci rem atau disebut hand break jika di roda empat. Cara memfungsikannya sangat gampang.
Pengendara cukup memijak rem belakang dan menarik tuas yang berada di sisi kanan bawah stang. Dan untuk melepasnya cukup menekan rem belakang dan tekan tuas.
Ada juga standar samping (side stand swicth), seperti . Mesin tidak bakal hidup jika tidak menarik ke posisi atas. Selain itu, ada juga pelindung rantai pada gear belakang, dimana fungsinya untuk menjaga rantai tetap utuh dijalur meski rantai putus.
Revo Techno juga tersemat rem cakram pada sisi depan sementara belakang cukup dengan tromol. Dan untuk pengaman kunci, pendatang baru itu telah tersemat pengaman kunci kontak bermagnet otomatis. Fitur itu menjaga motor agar tidak kemalingan.
Revo matik menggunakan kopling basah, dengan pemakaian itu, si kaya fitur itu cukup menggunakan pelumas mesin atau oli yang biasa digunakan motor bebek bergigi lainnya.
"Oli mesin Revo Techno AT menggunakan oli bebek saja, tidak perlu oli khusus matik," kata Technical Service PT Astra Honda Motor Ony Setiawan di sela-sela touring Smart Revolution Journey di Bandung, Selasa malam (20/7/2010).
(/)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas