Intip Proses Seleksi AHM dalam Membentuk Pebalap Kelas Dunia

Advertorial - detikOto
Senin, 10 Feb 2020 10:17 WIB
adv ahm
Foto: dok. Angga Laraspati/detikcom
Jakarta - Butuh proses tak mudah dan waktu yang tak singkat untuk seseorang menggapai cita-cita. Itulah yang saat ini sedang dilakukan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) dalam menghasilkan pebalap-pebalap muda yang nantinya dapat bersaing di ajang balap nasional dan internasional.

Lewat beberapa proses, AHM membina para pebalap masa depan bangsa Indonesia agar dapat mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya mengatakan, mengirim pebalap binaan Astra Honda ke berbagai ajang balap merupakan bagian dari strategi pembinaan balap berjenjang yang dikembangkan perusahaan sejak 2013. Melalui Astra Honda Racing School (AHRS) sebagai wadah untuk melatih fisik dan mental, para pebalap muda binaan AHM dipersiapkan sejak dini untuk dapat mewujudkan mimpi menjadi pebalap kelas dunia.

"Dengan Semangat Satu Hati untuk Indonesia Juara, tahun ini kami akan kembali menemani anak muda bertalenta untuk mewujudkan mimpi mereka di dunia balap di bawah payung Astra Honda Racing Team (AHRT). Kami juga menyiapkan AHRS untuk sejak dini melatih dan menyiapkan mental maupun fisik bibit-bibit balap bertalenta Tanah Air," ujar Thomas saat pengumuman 12 pebalap Astra Honda Racing Team di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Dalam prosesnya, AHM memulai tahapan pembinaan berjenjang usia dini di bawah 14 tahun melalui program Astra Honda Racing School (AHRS). Mempertahankan konsep pada tahun sebelumnya, para pebalap berlatih menggunakan motor Honda NSF100 yang cocok untuk digunakan para pemula untuk berlatih. Mini Bike dari motor RC213V juara dunia MotoGP Marc Marquez tersebut juga akan dipakai oleh para pebalap binaan guna mempelajari materi teknis dalam balapan. Selain itu, mereka juga akan dibekali pembelajaran non-teknis terkait dengan balap.

Pada kancah balap nasional, AHM juga secara konsisten menggelar pesta balap one make race bertajuk Honda Dream Cup di berbagai kota sebagai wadah pecinta balap Tanah Air. Berbagai dukungan untuk tim balap tetap akan diberikan terutama pada tim yang terjun pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix, Oneprix dan juga Kejurnas Nasional Sport 150cc dan Sport 250cc.

Intip Proses Seleksi AHM dalam Membentuk Pebalap Kelas DuniaDelvintor Alfarizi (Kiri) (Foto: Dok. Angga Laraspati/detikcom)

AHM juga telah turun selama 2 tahun ini dalam mendidik pembinaan di ajang motocross dengan mengandalkan pebalap binaannya Delvintor Alfarizi Anak muda yang lahir pada 12 September 2001 ini merupakan didikan pertama AHRT pada kelas motocross. Penunggang motor CRF250R ini pada musim perdananya berhasil meraih juara Nasional Kejuaraan Motorcross kelas MX2 2018, satu tahun kemudian dirinya berhasil mempertahankan gelar pada Kejuaraan yang sama.

"Saya memang suka dengan motocross. Jadi dari kecil saya belajar untuk bisa meraih cita cita saya jadi seorang crosser. Di tahun pertama saya kemarin, pengalaman yang paling berharga tentu menjadi juara nasional bersama AHRT dan Honda CRF250R. Selain juga turun di wildcard MXGP bersama team AHRT," ujar Delvintor.

Sementara itu di level Asia, AHM akan mengirimkan 10 pebalap muda yang akan berlaga di Thailand Talent Cup (TTC), Asia Talent Cup (ATC) dan Asia Road Racing Championship (ARRC). Selain itu, AHM Juga akan mengikutsertakan pebalapnya pada ajang ketahanan pada ajang Suzuka Endurance Race. Salah satu pebalap AHRT yang siap untuk berlaga di salah satu ajang Asia tersebut adalah Irfan Ardiansyah yang akan berlaga di AARC SS600. Dirinya akan menggunakan motor Honda CBR600cc yang memiliki performa sudah teruji di berbagai ajang balap di Asia.

Irfan bisa dikatakan pebalap yang berprestasi, anak muda kelahiran Semarang 20 tahun yang lalu pada tahun 2019 berhasil meraih posisi ketiga pada klasemen akhir di ajang AARC AP250. Hasil tersebutlah yang membuat dirinya pada tahun ini berhasil mencapai kelas yang lebih tinggi yaitu AARC SS600.

Intip Proses Seleksi AHM dalam Membentuk Pebalap Kelas DuniaFoto: dok. Angga Laraspati/detikcom

Pada ajang dunia, AHM juga turut mengirimkan lulusan AHRS yang baru berumur 15 tahun yaitu Mario Suryo Aji. Anak muda asal Magetan tersebut akan bersaing di ajang CEV Moto3 Junior yang merupakan ajang puncak untuk menjadi pebalap kelas dunia. Ajang ini merupakan gelar balap bergengsi di Eropa. Ajang ini juga merupakan gelaran balap terdekat dengan Grand Prix yang menjadi mimpi tertinggi para pebalap dunia.

Dirinya pun berharap dapat meraih hasil maksimal pada ajang CEV tersebut dengan tunggangannya Honda NSF100. Mario mengatakan dirinya akan berjuang untuk dapat meraih cita-citanya yang telah ia idamkan sejak dulu. Dirinya juga mengaku senang karena AHM sudah memberikan wadah bagi anak-anak seperti dirinya.

"Saya lulus dari AHRS itu tahun 2016, setelah itu saya berkompetisi di Thailand Cup 2017, ATC dan AARC di tahun 2018, dan untuk tahun ini saya akan berajang di CEV Moto3 Junior. Astra Honda Motor juga sudah memberikan wadah kepada saya dan sekarang tinggal saya saja yang membuka pintu untuk menjadi pebalap kelas dunia," ungkap Mario.

Prestasi yang ditunjukan oleh anak-anak muda tersebut tidak lepas dari program pembinaan Astra Honda Motor dalam menghasilkan pebalap kelas dunia yang nantinya akan bertarung demi nama bangsa Indonesia. (adv/adv)