- Parkir Valet | Aksesoris | Inovasi | LCGC | Versus | Mobil tercepat | Mobil terlaris |
-
Rabu, 22/05/2013 18:03 WIB Digugat Konsumen, Ini Jawaban BMW
-
Rabu, 22/05/2013 17:37 WIB Ini Mobil Aston Martin Termahal di Dunia
-
Rabu, 22/05/2013 15:39 WIB Jok Spin Tidak Bisa Digeser dan Inden Lama? Ini Jawaban Chevy
-
Rabu, 22/05/2013 14:45 WIB Mobil Polisi Terkeren Sepanjang Masa
-
Rabu, 22/05/2013 14:19 WIB Parkir Valet, Seperti Apa Sih?
-
Rabu, 22/05/2013 08:56 WIB Kesan Pertama Nissan Livina
Konsultasi Mesin Motor Bersama
Andriyanto
Bintang Motor
PT. Bintang Niaga Jaya
Jl. Mayor Oking No.102 Ciriung, Cibinong, Bogor
Telp. 021-8765447
Fax. 021-8765446
Cara Mendeteksi Kampas Kopling Motor yang Mulai Aus
Rabu, 19/09/2012 09:01 WIB
ilustrasi
Jakarta - Hallo detikOto, saya ingin menanyakan, bagaimana mendekteksi kamplas kopling motor yang harus diganti? Motor Honda SupraX125 Helm-In 2011 milik saya sudah terasa tidak maknyus lagi tarikannya.
Apakah kampas kopling Honda SupraX125 Helm in sama tidak dengan Supra X lawas? Itu saja terima kasih.
Lambang-Bekasi
Jawaban:
Halo Mas Lambang, salam detikOto dan salam kenal Mas. Terimakasih atas pertanyaan yang disampaikan di rubrik ini.
Oh ya menjawab pertanyaan Mas Lambang tentang cara mengetahui kampas kopling spakah perlu diganti atau belum bisa dengan cara sebagai berikut.
Pada motor SupraX125 helm in maupun motor bebek lainnya terdapat 2 buah konstruksi kopling, yaitu:
1. Kopling primer /sentrifugal yang posisinya di bagian depan yang satu poros dengan kruk as untuk mengetahui keausannya bisa dirasakan pada saat putaran bawah atau hentakan awal motor. Apabila pada saat posisi gigi 1 tidak ada hentakan atau terasa selip, maka dipastikan kampas kopling sentrifugalnya sudah aus dan perlu diganti.
2. Kopling sekunder/ganda yang satu poros dengan as gigi transmisi depan/main shaft, biasanya yang sering cepat aus adalah pada kopling ini yang berisi 4 kampas kopling + 3 pelat kopling. Untuk mengetahui keausannya bisa dirasakan pada putaran atas atau RPM 3.000 ke atas, kalau pada saat dipakai jalan di gigi 3 atau 4 tidak ada tarikan lagi alias terasa ngempos, maka kemungkinan besar keausan terjadi pada kampas koplingnya dan solusinya ya mesti ganti baru.
Tips di atas adalah cara analisa dengan feelingnya pengendara, kalau dengan caranya mekanik bisa dengan cara mengukur ketebalan kampas kopling sekunder menggunakan alat jangka sorong, dimana untuk kondisi normal ketebalan kampas kopling SupraX125 adalah 2,5-2,7 mm dengan batas servis 2,2 mm artinya apabila sudah di bawah 2,2 mm kampas kopling perlu diganti.
Kampas kopling SupraX helm in sama dengan SupraX125 yang lama mas.
Demikian jawaban dari saya semoga bermanfaat.
Salam
Andriyanto-Bintangmotor
(ddn/ddn)
Apakah kampas kopling Honda SupraX125 Helm in sama tidak dengan Supra X lawas? Itu saja terima kasih.
Lambang-Bekasi
Jawaban:
Halo Mas Lambang, salam detikOto dan salam kenal Mas. Terimakasih atas pertanyaan yang disampaikan di rubrik ini.
Oh ya menjawab pertanyaan Mas Lambang tentang cara mengetahui kampas kopling spakah perlu diganti atau belum bisa dengan cara sebagai berikut.
Pada motor SupraX125 helm in maupun motor bebek lainnya terdapat 2 buah konstruksi kopling, yaitu:
1. Kopling primer /sentrifugal yang posisinya di bagian depan yang satu poros dengan kruk as untuk mengetahui keausannya bisa dirasakan pada saat putaran bawah atau hentakan awal motor. Apabila pada saat posisi gigi 1 tidak ada hentakan atau terasa selip, maka dipastikan kampas kopling sentrifugalnya sudah aus dan perlu diganti.
2. Kopling sekunder/ganda yang satu poros dengan as gigi transmisi depan/main shaft, biasanya yang sering cepat aus adalah pada kopling ini yang berisi 4 kampas kopling + 3 pelat kopling. Untuk mengetahui keausannya bisa dirasakan pada putaran atas atau RPM 3.000 ke atas, kalau pada saat dipakai jalan di gigi 3 atau 4 tidak ada tarikan lagi alias terasa ngempos, maka kemungkinan besar keausan terjadi pada kampas koplingnya dan solusinya ya mesti ganti baru.
Tips di atas adalah cara analisa dengan feelingnya pengendara, kalau dengan caranya mekanik bisa dengan cara mengukur ketebalan kampas kopling sekunder menggunakan alat jangka sorong, dimana untuk kondisi normal ketebalan kampas kopling SupraX125 adalah 2,5-2,7 mm dengan batas servis 2,2 mm artinya apabila sudah di bawah 2,2 mm kampas kopling perlu diganti.
Kampas kopling SupraX helm in sama dengan SupraX125 yang lama mas.
Demikian jawaban dari saya semoga bermanfaat.
Salam
Andriyanto-Bintangmotor
(ddn/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Apa Kabar Mobil Nasional?
0 share this.Infiniti Tertarik Bikin Mobil Listrik
0 share this.BMW Siap Luncurkan M6 Grand Coupe di Indonesia
0 share this.Bridgestone Tegaskan Tak Ada Masalah dengan Ban Lorenzo di Le Mans
0 share this.Pertamina Tidak Bisa Desak SPBU Sediakan Pertamina Dex
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
-
Rabu, 22/05/2013 21:51
Apa Kabar Mobil Nasional?
-
Rabu, 22/05/2013 21:35
Infiniti Tertarik Bikin Mobil Listrik
-
Rabu, 22/05/2013 20:24
BMW Siap Luncurkan M6 Grand Coupe di Indonesia
-
Rabu, 22/05/2013 20:19
Bridgestone Tegaskan Tak Ada Masalah dengan Ban Lorenzo di Le Mans
-
Rabu, 22/05/2013 19:59
Pertamina Tidak Bisa Desak SPBU Sediakan Pertamina Dex
-
Rabu, 22/05/2013 21:45 WIB
Apa Kabar Mobil Nasional?
-
Rabu, 22/05/2013 20:15 WIB
BMW Siap Luncurkan M6 Grand Coupe di Indonesia
-
Rabu, 22/05/2013 21:27 WIB
Infiniti Tertarik Bikin Mobil Listrik
-
Rabu, 22/05/2013 19:53 WIB
Pertamina Tidak Bisa Desak SPBU Sediakan Pertamina Dex
-
Rabu, 22/05/2013 18:03 WIB
Digugat Konsumen, Ini Jawaban BMW
-
Rabu, 22/05/2013 20:12 WIB
Bridgestone Tegaskan Tak Ada Masalah dengan Ban Lorenzo di Le Mans
-
Rabu, 22/05/2013 18:51 WIB
Foto Oto
Mercy Diesel Pertama di Indonesia
-
61 Komentar
-
15 Komentar
-
15 Komentar
-
13 Komentar
-
13 Komentar
-
12 Komentar
-
11 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 14:03 WIB
Nissan dan Mitsubishi Bikin Mobil Kecil
-
Selasa, 22/05/2013 14:03 WIB
Mengendarai Mobil Teririt di Dunia, VW XL1
-
Senin, 22/05/2013 14:03 WIB
CEO Suzuki: Motor Kami dalam Jalan Buntu
Must Read close
-
Selasa, 21/05/2013 15:47 WIB
Mengendarai Mobil Teririt di Dunia, VW XL1
-
Selasa, 21/05/2013 12:43 WIB
Mengintip 4 Jagoan Moge Yamaha
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






_3.gif)


