Dua Penyebab Utama Mobil Bisa Terbakar

Rizki Pratama - detikOto
Senin, 30 Nov 2020 15:57 WIB
mobil terbakar di tol
Penyebab mobil bisa terbakar. Foto: Istimewa
Jakarta -

Tidak seperti di film-film laga, kecelakaan yang menyebabkan mobil terbakar jarang terjadi. Tapi, bukan berarti mobil penumpang yang biasa Anda pakai setiap hari tidak dapat kebakaran.

Ada dua sumber pemicu yang dapat menimbulkan api sehingga menyebabkan mobil terbakar. Pertama dari kebocoran di sistem bahan bakar, kedua dari kesalahan instalasi sistem kelistrikan.

Penyebab pertama biasanya terjadi ketika mobil mengalami kecelakaan yang cukup serius. Jika tabrakan menyebabkan bensin bocor lalu ada percikan api maka kebakaran dapat tersulut.

"Syarat pembakaran ada tiga, pertama ada bahan bakar, kedua ada oksigen, ketiga ada api. Kalau sudah memenuhi tiga syarat itu maka akan terbakar," kata Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna kepada detikcom lewat sambungan telepon, Senin (30/11/2020).

Contoh terbaru kasus ini terjadi pada pebalap Formula 1 Romain Grosjean kala melakoni balapan F1 Bahrain. Kasus ini pun dapat terjadi di mobil penumpang juga selama syarat yang disebutkan di atas terpenuhi.

"Sangat bisa terjadi. Tabrakannya itu cukup parah di bagian mesin sehingga nanti akan menyebabkan yang namanya saluran bahan bakar itu putus, sehingga bahan bakar terutama bensin itu akan keluar dari sistem. Apalagi di situ ada yang namanya panas, panas di ruang mesin disertai dengan mobil terguling terjadi gesekan dengan aspal yang menimbulkan percik api," jelasnya.

Selanjutnya, mobil dapat terbakar pula akibat salah pemasangan sistem kelistrikan. Kebakaran seperti ini biasanya dapat terjadi tanpa adanya insiden seperti kecelakaan.

"Biasanya paling banyak pemasangan aksesori elektrikal yang berlebihan tidak sesuai antara pemakaian arus yang yang tidak sesuai dengan kemampuan kabel. Jika tidak diperhitungkan dengan baik oleh tenaga profesional, saat dipakai semua oleh elektronik standar plus tambahan aksesori bebannya jadi lebih panas, terus-menerus bisa menyebabkan kabel terkelupas kemudian timbul percikan api dan membakar komponen lain," papar Suparna.

"Itu biasanya karena pemasangan tidak benar, tidak sesuai standar dan tidak presisi," timpalnya.

Suparna menyarankan untuk tidak melakukan modifikasi pada sistem bahan bakar dan kelistrikan kalau tidak mau risiko kebakaran terjadi.

"Jangan memasang aksesori yang berlebih tanpa pengetahuan, harus konsultasi dengan authorized dealer. Untuk sistem bahan bakar itu sudah dibuat sedemikian aman, tapi kadang kala ada yang modifikasi biar tambah irit atau sebagainya ditambah ada ionizer yang kadang tidak standar sangat mungkin terjadi accident cepat sekali muncrat atau pecah di situ," tutupnya.



Simak Video "Mobil Tiba-tiba Terbakar di Sukabumi"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/rgr)