3 Bagian yang Harus Dicek untuk Mobil Jarang Dipakai

Rizki Pratama - detikOto
Sabtu, 24 Okt 2020 07:14 WIB
Servis medium mobil kena banjir di Auto2000 Cilandak, Jakarta, Jumat (3/1/2020).
Biasakan cek mobil yang jarang dipakai agar tidak cepat rusak. Foto: Luthfi Anshori
Jakarta -

Sejak pandemi virus Corona melanda Indonesia di bulan Maret, sudah banyak pemilik mobil yang mengurangi pergerakannya. Banyak yang makin jarang memakai mobil, yang membuat kendaraan lebih sering terparkir di garasi.

Walaupun mobil dibiarkan aman di dalam garasi, namun tetap ada risiko masalah yang mungkin muncul. Paling tidak ada beberapa hal yang harus diperiksa untuk mobil jarang dipakai agar masalah tidak timbul tiba-tiba di kemudian hari.

1. Cek Ruang Mesin

Hal pertama yang paling mudah adalah melakukan pengecekan visual ruang mesin. Tidak perlu paham mesin. Anda hanya perlu memastikan tidak ada benda atau makhluk hidup yang bersembunyi di dalam kap mesin.

"Saat buka kap mesin, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah keadaan ruang mesin itu sendiri. Biasanya banyak hewan yang berdatangan bahkan bikin sarang di situ atau mungkin berkembang biak," ujar Kepala Bengkel Auto2000 Grand Depok City, Primaghany seperti dikutip dari Auto2000.

Makhluk-makhluk kecil yang bersarang di dalam kap mobil beresiko merusak komponen meisn. Walaupun tidak terlihat saat diperiksa, pastikan tidak ada kerusakan visual di dalam kap mesin akibat gigitan atau cakaran hewan.

2. Cek Oli

Oli tidak hanya berperan saat mobil menyala saja. Oli juga berperan menjaga kelancaran mekanisme mobil yang lama tak dipakai ketika nanti dinyalakan lagi.

Pastikan oli dalam kuantitas dan kualitas yang baik. Untuk jumlahnya dapat dilihat di takaran deep stick. Untuk kualitasnya pastikan tidak ada warna putih pada oli yang artinya ada campuran air. Selain itu rasakan juga kekentalan oli.

"Kita juga harus pastikan kompenen utama yaitu mesin dapat berfungsi dengan baik. Salah satu pengecekannya adalah oli mesin. Ceknya sangat mudah. Cukup tarik deep stick untuk lihat kondisi oli. Kita juga harus mengeceknya secara kualitas. Jangan sampai warna oli tidak fresh atau ada bercampur warna putih yang artinya terjadi kontaminasi dengan air. Anda juga bisa sentuh cairan oli di deep stick tersebut dan rasakan kekentalannya di jari telunjuk dan ibu jari," saran Primaghany.

3. Cek Cairan Lain

Selain oli, ada berbagai cairan lain yang perlu diperiksa. Cairan memang senyawa yang dapat terurai atau mudah terkontaminasi dengan zat lain. Periksalah air radiator, minyak rem dan lainnya dalam keadaan dan jumlah yang sesuai.

"Pertama bisa cek reservoir minyak rem, kemudian lanjut air radiator, washer wiper, pastikan semuanya volumenya ideal dan kualitas cairannya tidak buruk," tukas Primaghany.

Terakhir, biasakan juga untuk menyalakan mesin paling tidak sekali dalam dua hari jika memang mobil jarang dipakai.



Simak Video "Mantap! Pegawai Microsoft Boleh WFH Selamanya"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)