Kamis, 23 Okt 2014 16:30 WIB

Kendaraan 5 Tahun Terakhir Kini Butuh BBM dengan Oktan Tinggi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jakarta - Kendaraan Anda boros? Sudah tepatkah memilih bahan bakar? Pemilihan bahan bakar yang tidak sesuai dengan kebutuhan mesin justru membuat konsumsi bahan bakar makin boros.

Kendaraan yang diproduksi selama lima tahun belakangan, membutuhkan bahan bakar dengan oktan minimum 91.

Pabrikan sengaja membuat mesin dengan kapasitas tidak terlalu besar agar hemat bahan bakar. Namun, tenaga yang dihasilkan tetap besar. Mesin itu biasanya menggunakan kompresi mesin yang tinggi, di atas 9:1 yang kini umum dimiliki motor 4 tak.

Mesin dengan rasio kompresi setinggi itu hanya membutuhkan bahan bakar dengan Reseach Octane Number (RON) minimal 91. RON atau angka oktan mewakili ketahanan bahan bakar terhadap kompresi di mesin tanpa meledak sendiri. Dengan begitu, mesin dengan kompresi tinggi membutuhkan bahan bakar ber-RON tinggi.

Pada operasi normal mesin, campuran bahan bakar dan udara akan terbakar/meledak setelah ada percikan api yang dikirim busi. Cara ini selalu mengatur ledakan agar menghasilkan tenaga mekanik yang besar.

Sementara bahan bakar dengan angka oktan yang lebih rendah dari yang dibutuhkan mesin bisa meledak sendiri pada akhir proses kompresi. Hal ini akan mengakibatkan tabrakan antara bahan bakar yang meledak sendiri dengan bahan bakar yang dinyalakan busi. Tabrakan itu biasa dikenal dengan "ngelitik" atau knocking.

Efeknya, energi mekanik yang dibangkitkan tidak bisa optimal. Mesin akan lebih panas. Pada kasus yang lebih ekstrim bisa membuat piston rusak sampai berlubang.

Pada mesin modern, efek knocking akibat bahan bakar dengan oktan rendah memang bisa diatasi. Tapi, cara ini akan menyebabkan tenaga tidak keluar secara optimal. Akibatnya, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Berikut adalah rasio kendaraan yang umum dipakai masyarakat.
-Toyota Kijang Innova 9,8:1
-Toyota Yaris 10,5:1
-Honda Jazz 10,4:1
-Daihatsu Xenia 11,1:1
-Honda Vario 10,7:1
-Yamaha Scorpio 9,5:1

Angka oktan yang sesuai untuk kompresi 9:1 s/d 10:1 adalah 92. Di Indonesia, angka oktan 92 hadir pada Pertamax. Sementara angka oktan 95 yang dikemas dalam Pertamax Plus tepat untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 s/d 11:1.

Jadi, coba ganti bahan bakar kendaraan Anda sesuai yang dibutuhkan!

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed