Minggu, 13 Jan 2019 11:09 WIB

Pelajaran dari Kecelakaan yang Memakan Korban di Sirkuit Sentul

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Iqbal Hakim yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Sirkuit Sentul. Foto: dok. Ducati Iqbal Hakim yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Sirkuit Sentul. Foto: dok. Ducati
Jakarta - Indonesia kehilangan salah satu bike enthusiast. Salah satu bikers Tanah Air, Iqbal Hakim mengalami kecelakaan saat sedang melakukan track day, dengan menunggangi Ducati Panigale V4 di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/1/2019) kemarin.

Akibat kecelakaan itu, Iqbal meninggal dunia. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari meninggalnya Iqbal akibat kecelakaan di sirkuit tersebut. Andry Berlianto, instruktur safety riding dari Rifat Drive Labs, mengingatkan pelajaran penting dari kejadian ini.



"Innalillahi, saya turut berduka atas kepergian salah satu rekan media dan motorcycle enthusiast. Kronologis rinci mungkin masih simpang siur dan bisa diperdebatkan tapi yang jelas ada rumusan menarik di dunia Defensive Driving yaitu 'bahaya + aktivitas = risiko'. Dan kita harus siap dengan segala skenario-Nya," kata Andry, Minggu (13/1/2019).

Menurutnya, kecelakaan dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan menimpa siapa saja. Bahkan di jalan raya maupun di sirkuit.

"Penggunaan peranti keselamatan dengan baik penting untuk mereduksi efek luka akibat kecelakaan," ujar Andry.

Kata Andry, penting bagi pengendara untuk mewaspadai faktor X yang bisa muncul kapan saja dan bersiap bahwa selalu ada risiko di setiap aktivitas, apalagi di lingkungan berrisiko tinggi.

"Ini juga bisa jadi pelajaran bagi semua pihak seperti pemilik lahan (sirkuit) untuk tak kenal lelah mereduksi faktor risiko dan bahaya bagi penggunanya dan pelajaran bagi konsumen untuk memperhatikan setiap detail yang terhubung dengan aspek safety," ujarnya.



Bermain di sirkuit dengan kecepatan tinggi tentu menimbulkan risiko besar. Semakin kencang benturan, kata Andry, semakin kencang tubuh seperti dibenturkan ke objek diam.

"Safety gear bukan untuk menjamin keselamatan tapu utk mereduksi luka/cedera akibat kecelakaan. Dan ini bukan berarti kita tidak perlu peranti safety saat berkendara di jalan raya sekalipun.
Tinggal bagaimaana seorang pengendara me-manage kegiatannya dan mengurangi risiko yang dapat timbul karena kita tidak akan pernah bisa menghilangkan faktor bahaya. Oiya tambahan saja untuk penggemar balapan bisa mencari banyak informasi di dunia maya dengan keyword KEITH CODE. Ingat, sirkuit dan jalan raya itu berbeda jadi teori dan prakteknya tidak bisa saling dihubungkan," pungkas Andry. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed