Minggu, 18 Feb 2018 10:02 WIB

Diklaksonin Terus, Jangan Ikut Terpancing Emosi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Saat kita berkendara, ada baiknya meninggalkan semua emosi dan fokus hanya berkendara. Jangan sampai menuhankan emosi sehingga terjadi gesekan hingga perkelahian dengan pengguna jalan lainnya.

Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM), Hendrik Ferianto, mengatakan kalau berkendara, jadilah pengendara yang defensif. Jangan apa-apa pakai emosi.

"Jadi ngalah, sabar. Kalau ada yang klakson mau buru-buru ya kasih jalan. Jangan ikut emosi. Karena semua masalah di jalan raya itu awalnya dari emosi," kata Hendrik kepada detikOto.

"Pulang kerja, ada masalah di kantor, kebawa emosionya, berkendara jadi nggak beres. Kalau kita berkendara di jalan, jangan jadikan emosi sebagai garda terdepan. Berkendara di jalan yang penting adalah kontrol emosi," sambungnya.

Misalnya, lanjut Hendrik, ketika di lampu merah, kita sudah benar berhenti di belakang garis, tapi ada pengendara lain yang klakson terus. Kalau bertemu seperti itu jangan tanggapi dengan emosi juga.

"Pertanyaan saya adalah, kalau kita terpengaruh saat kita diklakson di lampu merah, akhirnya kita maju, kira-kira yang bahaya siapa? Ya kita yang maju setelah diklaksonin itu. Kalau ditabrak, kira-kira yang klakson tanggung jawab nggak? Nggak kan? Artinya, kita jangan pakai emosi, jangan terintimidasi. Kalau diklaksonin, ya sudah biarin aja lah, nunggu lampu hijau dulu baru jalan. Biarin aja, kita nggak kasih jalan dia juga nggak bisa maju. Paling akinya soak (gara-gara klakson terus)," sebut Hendrik.

Kalau bertemu orang yang seperti itu, jangan balas dengan verbal atau makian. Kalau ada orang yang sudah klakson-klakson panjang, berarti dia mengedepankan emosi.

"Begitu kita balas pakai nada tinggi, emosi dia makin naik pasti. Akhirnya berantem, masuk YouTube malu lho. Jadi mendingan, kalau begitu balas dengan nada dan ekspresi ramah. Bilang, 'Sabar mas masih lampu merah' dengan nada ramah. Kita ngalah aja. Karena kalau kita maju, yang bahaya kita. Yang ditilang kita," katanya. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed