Sabtu, 17 Feb 2018 08:04 WIB

Apa Untungnya Adu Mulut Sampai Bertengkar di Jalan?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Pria tendang dan pukul pemotor. Foto: Instagram thenewbikingregetan Pria tendang dan pukul pemotor. Foto: Instagram thenewbikingregetan
Jakarta - Etika berkendara kita banyak yang harus diperbaiki. Salah satunya adalah emosi. Masih banyak pengendara yang mengedepankan emosinya saat berkendara di jalan raya. Padahal, tak ada untungnya menuhankan emosi saat berkendara.

Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM) Hendrik Ferianto menyebutkan, orang di jalanan bisa berhantam gara-gara masalah sepele. Cuma karena klakson panjang saja bisa adu jotos.



"Saat kita ketemu seperti itu, kemudian kuat-kuatan (emosi), yang terjadi malah gesekan. Yang untung siapa? Nggak ada," kata Hendrik kepada detikOto belum lama ini.

Kalau sudah adu jotos, ibarat peribahasa mengatakan, "Kalah jadi abu, menang jadi arang." Tidak ada untungnya sama sekali adu mulut sampai bertengkar di jalan.



Jadi, Hendrik menyarankan, jangan bawa-bawa emosi saat berkendara. Jadilah pengendara yang defensif.



"Apa-apa jangan pakai emosi. Ngalah aja, sabar. Kalau ada yang klakson mau buru-buru ya kasih jalan, jangan ikut emosi. Karena semua masalah di jalan raya itu awalnya dari emosi," ucap Hendrik. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed