Jumat, 09 Feb 2018 06:17 WIB

Ternyata Standar Samping Tak Direkomendasikan Buat Parkir, Kenapa?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Sepeda motor biasanya dilengkapi dengan dua standar, standar ganda dan standar samping. Biasanya, pemotor yang tak mau repot cukup menggunakan standar samping untuk memarkir motornya.

Tapi, Otolovers yang biasa menggunakan standar samping untuk parkir sebaiknya ubah kebiasaan tersebut. Laman resmi diler utama Honda Jakarta-Tangerang, Wahana Honda, menjelaskan meski standar samping lebih mudah, risikonya bisa merugikan.

Standar samping membuat motor yang diparkir menjadi tidak seimbang dan mudah jatuh. Terlebih, jika diparkir di alas yang tidak rata.

Selain itu, saat pakai standar samping, posisi motor yang condong lebih ke kiri membuat suspensi depan lebih mudah bocor. Sebab, ada ketidakseimbangan di suspensi itu. Suspensi bagian kiri lebih banyak menahan beban dan cepat rusak.

Motor yang lebih condong ke kiri pun membuat ban sisi sebelah kiri lebih cepat gundul. "Dalam posisi ini, permukaan ban yang menyentuh aspal jadi lebih banyak dan dapat membuat tekanan angin di dalam ban lama kelamaan berkurang," tulis laman tersebut.

Beberapa motor saat ini memang sudah dilengkapi dengan sistem side stand switch di mana motor tak bisa menyala apabila standar samping lupa dinaikkan. Tapi, untuk motor yang tak punya sistem itu akan membahayakan keselamatan apabila standar samping lupa dinaikkan.

Meski begitu, penggunaan standar samping berbeda di motor gede bermesin 250 cc ke atas. Motor gede itu memang didesain untuk standar samping tidak bakal berpengaruh ke kestabilan motor. Sementara perlakuan standar tengah lebih kepada motor yang berkapasitas kecil seperti motor matik ataupun motor bebek. Motor gede memang dari pabrikan sudah didesain agar standar samping tidak bermasalah. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed