Jumat, 27 Des 2019 18:36 WIB

Musim Hujan Tiba, Waspada Efek Aquaplaning di Kendaraan

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: iStock
Jakarta - Hujan mulai rutin mengguyur wilayah Jabodetabek dan beberapa wilayah di Indonesia. Bagi detikers yang masih beraktivitas menggunakan kendaraan pribadi, entah motor atau mobil, wajib waspadai efek aquaplaning karena jalanan yang basah.

Seperti dikatakan Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, aquaplaning adalah suatu keadaan ketika ban tidak mendapat daya cengkeram akibat genangan air. Jadi seolah-olah ban berputar di atas genangan air. Tak hanya di mobil, pengguna motor pun bisa mengalam hal demikian.



"Aquaplaning akan semakin terasa ketika permukaan ban besar, jadi seperti motor, mobil menggunakan ban tipe radial, tapi para produsen menyikapi dengan memproduksi telapak ban untuk musim hujan, telapak ban atau Threat pada ban bertujuan untuk memecah air yang berpotensi membuat motor atau mobil mengalami hydroplaning atau aquaplaning," ungkap Jusri.

"Bisa saja aquaplaning itu terjadi (pada sepeda motor penggunaan sehari-hari), misalnya katakan pada kecepatan rendah dengan bannya tipis, bisa ketika tingkat genangan airnya tebal, kalau kecepatan tinggi ketebalan air 1 cm saja sudah bisa membuat aquaplaning terjadi," kata Jusri.



Menurut Jusri, aquaplanning paling sering terjadi di jalan-jalan besar atau jalan-jalan di mana motor sedang berada dalam kecepatan tinggi karena mendapatkan gaya angkat (lift force) ketika melewati genangan air.

"Misal ketebalan air katakan 5cm atau 10 cm, motor dengan kecepatan 40 km masuk menerjang, bisa jatuh dia, karena lift force nya mengangkat roda depan tersebut akibat kecepatan massa, kalau dia datang dengan kecepatan tinggi, berarti hempasan air yang mengangkat ke atas semakin besar (lift force)," ungkap Jusri.



Jusri mengatakan perilaku pengendara yang tidak aman dapat membuat Aquaplaning semakin besar terjadi. Ketika musim hujan tiba, pemotor diharapkan agar mengurangi laju kendaraan serta menjaga jarak pengereman.

Simak Video "Ini Wilayah yang Diprediksi BMKG Bakal Turun Hujan di Awal November"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/riar)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com