Jumat, 01 Jun 2018 14:16 WIB

Mudik Pakai Mobil Pribadi Jangan Sampai Mesin Kepanasan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Ilustrasi mudik lebaran. Foto: Wisma Putra Ilustrasi mudik lebaran. Foto: Wisma Putra
Jakarta - Mudik ke kampung halaman jelang hari raya Idul Fitri menjadi rutinitas tahunan banyak orang. Tak sedikit pemudik yang memanfaatkan kendaraan pribadi untuk menuju kampung halaman. Jika ingin pulang kampung menggunakan mobil pribadi, perhatikan komponen vital di setiap mobil.

Hal sepele yang mungkin tak diacuhkan oleh sebagian pemilik mobil adalah penyebab temperatur mesin. Mesin yang mengalami temperatur tinggi atau overheat bisa menyebabkan masalah serius. Pada kondisi ini, suhu mesin kendaraan sangat panas akibat suhu pembakaran tidak didinginkan secara optimal. Hal ini bisa mengakibatkan rusaknya komponen pada mesin kendaraan.



Kalau sudah overheat, mesin bisa mati total karena tidak berfungsinya sebagian komponen mesin. Misalnya piston yang terkunci atau klep yang bengkok akibat pemuaian.

Departement Manager Denso Sales Indonesia, Reinard Winardi, mengungkap terdapat beberapa hal sepele yang sering diabaikan namun bisa menjadi penyebab engine overheat. Untuk itu, pemilik mobil sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut sebelum berangkat mudik agar mobil tidak mengalami overheat.

Penyebab mesin overheat sepele yang pertama biasanya karena motor fan mati. Untuk mendinginkan radiator, dibutuhkan sirkulasi udara yang dihasilkan oleh motor fan. Jika motor fan mati, maka tidak ada aliran udara yang mendinginkan coolant pada radiator. Sehingga suhu mesin akan tetap panas karena coolant tidak dapat mendinginkan mesin. Akibatnya, temperatur di ruang bakar mesin tetap panas dan dapat mengakibatkan overheat pada mesin.

Yang kedua, tutup radiator/radiator cap rusak atau tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Biasanya tutup radiator rusak karena usia pakai. Sebab, salah satu komponen dari tutup radiator menggunakan bahan dasar karet sehingga mudah getas terkena panas coolant.

Untuk menghindari overheat, tutup radiator harus sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Jika tidak sesuai, maka valve di cap radiator tidak akan terbuka ketika tekanan radiator tinggi yang diakibatkan suhu mesin yang panas. Hal ini bisa menyebabkan engine overheat karena sirkulasi coolant tidak bekerja maksimal.



Masalah ketiga, disebabkan radiator bocor. Biasanya radiator bocor karena korosi pada kisi-kisi radiator. Ini dikarenakan radiator diisi oleh air selain cairan radiator (coolant). Kandungan oksigen dalam air bertemu dengan logam dan terjadilah reaksi kimia yang mengakibatkan korosi. Karena korosi tersebut, radiator yang berbahan logam akan terkikis dan menyebabkan kebocoran. Pada kebocoran ini, coolant menjadi terbuang sehingga tidak cukup untuk mendinginkan suhu mesin kendaraan. Kalau coolant tidak mendinginkan mesin dalam waktu yang lama, artinya mesin dalam keadaan yang panas, maka bisa terjadi overheat.

Kondisi keempat yang menyebabkan mesin kepanasan adalah karena air radiator atau coolant habis. Coolant bisa habis karena penguapan akibat suhu mesin yang panas. Atau, terdapat kebocoran pada sistem sirkulasi radiator. Hal ini dapat menyebabkan sistem sirkulasi di radiator tidak bekerja optimal. Jika air radiator menjadi sedikit, bahkan habis, maka suhu di mesin tidak dapat didinginkan. Lalu, yang terjadi adalah percepatan engine overheat.

"Sebagai pengendara, kita wajib melakukan pengecekan dan perawatan kendaraan secara berkala. Jangan tunggu kendaraan rusak baru datang ke bengkel. Lakukan preventive action untuk mengurangi risiko kerusakan saat di perjalanan," kata Reinard. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed