Selasa, 17 Apr 2018 10:37 WIB

Dari McLaren Hingga Honda HR-V, Mobil dari Haris untuk Sarita

Dina Rayanti - detikOto
Sarita berpose dengan McLaren 650S. Foto: Screnshot Instagram Sarita Sarita berpose dengan McLaren 650S. Foto: Screnshot Instagram Sarita
Jakarta - Sarita Abdul Mukti dan Faisal Haris akhirnya sepakat memutuskan untuk bercerai. Faisal memilih untuk tetap bersama dengan Jennifer Dunn.

Keduanya pun harus berbagi harta gono-gini selama hidup bersama. Haris misalnya memberikan Sarita tiga mobil mulai dari McLaren 650S hingga Honda HR-V.

"Jadi bagi dua. Saya dapat McLaren, Jeep Rubicon sama Honda HR-V buat anak-anak. Kalau yang masih di dia (Haris) ada Alphard, Avanza, Range Rover, sama Jeep Rubicon juga. Kalau Ferrari-nya sudah dijual," beber Sarita di Pondok Indah, Jakarta beberapa waktu lalu.


Sarita dan Haris memang diketahui menggemari mobil-mobil mewah. Sarita pernah memposting beberapa foto saat sedang berpose di dalam McLaren 650S, Ferrari 458, dan Jeep Rubicon. Sarita dan sang suami juga merupakan salah satu anggota dari Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI).

Mobil McLaren seperti yang dimiliki Sarita pertama kali mengaspal di Jakarta pada tahun 2014. Mobil tersebut banyak terinspirasi dari MP4-12C dan P1 karena banyak fitur canggih di dalamnya.

McLaren 650S diperkuat dengan mesin kapasitas 3.8 liter yang diakui mampu menyemburkan tenaga 641 Hp dan torsi 678 Nm. Selain mesin yang aduhai, mobil sport McLaren 650S mampu menghasilkan 24 persen downforce pada kecepatan 150 mph atau 241 km/jam.


Masih seputar mesin. Mesin ukuran sedang itu disandingkan dengan transmisi SSG 7 percepatan dimana mampu membantu mesin untuk berakselerasi dari 0-100 km/jam (0-62 mph) dalam 3,0 detik, dan 0-200 km/jam (0-124 mph) dalam 8,6 detik. Pihak perusahaan mengklaim kecepatan maksimal tembus 330 km/jam.

Kala itu mobil dibanderol cukup fantastis yakni mencapai Rp 3 miliaran. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed