Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Jumat 21 April 2017, 14:13 WIB

Wanita Lebih Luwes Saat Tangani Komplain Konsumen di Bengkel

Alfiza Satrio - detikOto
Wanita Lebih Luwes Saat Tangani Komplain Konsumen di Bengkel Foto: Alfiza Satrio
Jakarta - Menjadi seorang kepala bengkel memang bukan pekerjaan yang mudah. Selain harus mampu mengatur manajemen bengkel dengan segala aspek teknisnya, seorang pimpinan bengkel juga pastinya harus mampu menangani tiap permasalahan yang berkaitan dengan konsumen. Begitulah kira-kira gambaran pekerjaan seorang wanita tangguh bernama Indah Yuliana. Kepala bengkel Auto 2000 cabang Cikarang ini sudah tidak asing dengan yang namanya berurusan dengan konsumen. Akan tetapi ia selalu memiliki cara untuk menangani berbagai karakter konsumen, terutama mereka yang seringkali datang dengan kondisi emosi memuncak.

"Kemarahan itu kan kita nggak bisa counter, jadi kita kasih waktu dia (customer) untuk mencurahkan masalahnya. Awalnya juga kita minta maaf dulu. Lalu kalau saya sih punya satu kata pamungkas yaitu 'mari kita cari solusi sama-sama'. Karena kalau orang sudah complain dan kita menyampaikan solusi, orang akan cooling down, karena ya dia butuh solusi dari kita, dan sebisa mungkin harus win-win," jelas Indah.

Lebih lanjut Indah bercerita bahwa ia merasa menjadi wanita adalah keuntungan tersendiri bagi dirinya ketika menghadapi protes konsumen. Ia merasa wanita memiliki cara berkomunikasi yang lebih baik.

"Kadang ada sisi, yang namanya cewek itu lebih luwes. Itu kekuatan seorang perempuan dalam menghandle. Minimal pola komunikasi kita lebih luwes," katanya.

Indah pun menutup dengan berkata bahwa memang konsumen yang melakukan complain biasanya penyebabnya adalah karena kesalahpahaman atau miskomunikasi antara pihaknya dengan konsumen.

"Penyebabnya bisa mengenai pekerjaan kita, misal ada hasil pekerjaan yang menurut mereka tidak tuntas, atau bisa juga faktor ekspektasi, atau masalah komunikasi. Misal kalau complain yang datang drivernya, yang available dihubungi misal istrinya, sementara yang menentukan keputusan, si bapak belum tahu, jadi menimbulkan salah paham," ujar Indah. (dry/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed