ADVERTISEMENT
Kamis, 19 Mar 2015 11:36 WIB

Wawancara Khusus

Orang Kaya Indonesia Punya Selera Tinggi pada Mobil Mewah

- detikOto
Patrik Nelsson (Foto Rachman) Patrik Nelsson (Foto Rachman)
Jakarta - Munculnya orang kaya baru di Indonesia sebagai bagian dari berkah pertumbuhan ekonomi, telah membuat ceruk pasar mobil berharga selangit terus membesar. Tak pelak, pabrikan mobil kelas premium pun dibuat ngiler.

Mereka berbondong-bondong datang dan menggelontorkan model besutannya ke bumi nusantara. Salah satunya, pabrikan asal Inggris, Aston Martin.

Para pabrikan pun merasa leluasa menawarkan produk buatannya, karena selera konsumen Indonesia juga tinggi.

“Saya, memang baru melihat langsung pasar Indonesia. Tapi, sebelumnya telah mempelajari karakter (konsumen) di sini. Passion-nya terhadap segmen ini (mobil premium sangat besar. Taste-nya luar biasa,” tutur Regional Director Aston Martin Asia Pacific, Patrik Nelsson saat ditemui di sela peluncuran model Aston Martin di Jakarta.

Lantas bagaimana pabrikan itu melihat potensi pasar Indonesia? Bagaimana strategi yang ditempuh di tengah ketatnya persaingan? Segmen pasar seperti apa yang dibidik? Berikut wawancara selengkapnya:

Bagaimana Anda melihat potensi pasar mobil mewah di Indonesia?

Ya. Kami dari Aston Martin sudah lama mencermati dan menjajaki pasar Indonesia. Dan kalau Anda lihat, sebenarnya, kehadiran Aston Martin di negara ini sudah lama, khususnya kehadiran mobil-mobil Aston Martin. Jadi, Indonesia bukanlah hal yang baru bagi kami.

Nah, bicara pasar, kami melihat negara dan masyarakat di sini merupakan pasar yang sangat potensial. Dengan jumlah penduduk yang banyak dan ekonominya yang tumbuh dengan cepat, telah membentuk pasar bagi merek mewah. Bahkan, kami melihatnya sebagai bagian pasar yang penting di wilayah Asia Pasifik.

Soal minat atau selera dari konsumen Indonesia terhadap merek dari Eropa, khususnya Aston Martin. Bagaimana Anda melihatnya?

Harus saya katakan, orang Indonesia mempunyai selera yang tinggi terhadap mobil merek mewah. Saya memang belum bersentuhan secara langsung dengan mereka. Tapu, dari apa yang saya pelajari, cermati, dan saya dengar, passion orang Indonesia sangat tinggi.

Beberapa kasus yang saya lihat, tipe tertinggi dari suatu varian justru menjadi model yang dibeli. Setiap ada model baru yang diluncurkan, orang Indonesia selalu antusias.

Dengan itu, saya yakin model-model Aston Martin juga akan mendapatkan tempat tersendiri di hati orang Indonesia. Citra merek Aston Martin sudah mendunia, varian yang ditawarkan juga beragam mulai dari yang sporty dan elegan.

Tapi bicara soal potensi, saat ini banyak orang yang menyebut ekonomi Indonesia melambat. Nilai tukar yang melemah. Apakah ini bukan persoalan bagi Anda?

Oh iya. Tentu kami mendengarnya. Tetapi, bicara bisnis kan bukan bicara wakru jangka pendek. Kami melihat potensi (ekonomi) Indonesia sangat besar. Bahkan, laju pertumbuhannya terbilang cepat dan lebih cepat di kawasan.

Kalu saat ini ada sedikit perlambatan, saya kira hal yang lumrah terjadi. Di kawasan atau negara lain pun kasus serupa juga terjadi. Potensi masih sangat besar.

Lantas berapa target penjualan Anda di Indonesia tahun ini?

(Tertawa) Begini, kami tidak ingin mematok target dalam waktu satu, tiga, atau lima tahun. Sebab, kami ingin bisnis kami di sini juga berkelanjutan.

Mengapa begitu, karena kami juga ingin memperkuat kualitas layanan. Karena, bicara soal kualitas produk, tidak kami jelaskan pun orang sudah mengetahuinya. Tetapi bagaimana membuat proses pembelian, pengiriman produk ke tangan konsumen, layanan purna jual juga harus dipikirkan.

Segmen pasar seperti apa yang Anda bidik?

Kami memiliki varian model yang beragam, mulai dari yang sporty untuk konsumen yang berusia muda atau elegan yang cocok untuk kalangan yang berusia lebih dari mereka. Artinya, kami bisa masuk ke segala segmen.

Tetapi, yang perlu Anda ingat kami tidak secara khusus membuat sekat-sekat segmen pasar. Bagi kami, semua segmen sangat potensial. Kalau pun ada beragam varian itu karena passion, taste orang juga berbeda.

Tapi kalau kemudian di Indonesia, ada pendekatan cara pemasaran khusus, misalnya mendekati kaum perempuan sebagai entry point penjualan suatu model?

Saya kira itu strategi saja. Sejauh itu bisa mendekati konsumen dan tidak bertabrakan dengan aturan (baik di Indonesia maupun Aston Martin) ya kenapa tidak? Pemasaran memang harus memperhatikan karakter dan budaya setempat di sebuah wilayahnya. Tapi, sejauh tidak bertentangan dengan aturan.

Anda membawa enam varian model secara bersamaan ke Indonesia. Mana yang akan menjadi ujung tombak penjualan?

Semuanya menjadi andalan bagi kami. Rasanya terlalu sulit untuk mengatakan ini yang terbaik, ini yang terbagus. Semuanya bagus, kalau pun beerbeda yak arena jenisnya saja yang berbeda.

Berapa lama masa inden dan berapa Anda membanderolnya?

Kalau waktu inden ya paling tidak empat bulan. Proses pengiriman memang membutuhkan waktu yang lumayan. Belum lagi proses di sini.

Untuk harga Anda bisa mengeceknya di Aston Martin Jakarta, tentu saya tidak hafal persis di masing-masing wilayah.

(arf/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com