Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Jumat 17 November 2017, 07:35 WIB

Tabrakan Setya Novanto Diprediksi Terjadi Maksimal 45 Km/Jam

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Tabrakan Setya Novanto Diprediksi Terjadi Maksimal 45 Km/Jam Foto: Istimewa/detikcom
Jakarta - Setya Novanto dikabarkan terlibat kecelakaan saat sedang menuju KPK. Mobil yang ditumpangi Setya Novanto menabrak tiang listrik sehingga dirinya mengalami luka.

Menurut Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, jika kejadian ini tidak direkayasa, kemungkinan kejadian kecelakaan dan terlukanya Novanto bisa saja benar terjadi. Dia menilai, kecelakaan itu kemungkinan terjadi di bawah kecepatan 20 km/jam.

"Dengan kerusakan yang terlihat secara visual, di mana bemper tidak lepas, terus headlamp nggak pecah, kemungkinan itu kecelakaan dalam kecepatan di bawah 20 km/jam. Apalagi airbag tidak mengembang (biasanya airbag mobil akan mengembang ketika terjadi benturan frontal di atas kecepatan tertentu-Red), patut diduga di bawah 20 km/jam. Kecelakaan seperti itu kerusakannya seperti itu memungkinkan terjadi," kata Jusri kepada detikOto melalui sambungan telepon.

Kecelakaan Mobil NovantoKecelakaan Mobil Novanto Foto: Istimewa/detikcom


Jusri menyebut, kalau sopir atau penumpang tidak menggunakan sabuk pengaman, maka mereka akan bergerak ke depan ketika terjadi tabrakan frontal. Gaya gerak ke depan sopir atau penumpang akan lebih besar ketika kendaraan terlibat kecelakaan dalam kecepatan lebih tinggi sehingga kemungkinan benturan tubuh sopir atau penumpang ke objek di depan seperti dasbor atau headrest kursi baris pertama, semakin keras. Efeknya, lukanya semakin parah.

"Ketika badan bergerak ke depan misalnya kepala atau badan atau tangan sopir bisa mencapai kaca depan, kaca depan bisa pecah (tapi kondisi kaca mobil Setya Novanto tidak pecah-Red). Kalau tidak mencapai kaca, misalnya, dada sopir bisa terbentur. Kalau penumpang depan, dia bisa membentur dasbor. Atau kalau dia duduk di belakang, bisa saja membentur kursi di depannya atau headrest. Manakala headrest ada sistem layar audio yang terbuat dari mika atau kaca, itu juga bisa melukai seseorang," kata Jusri.

Kecelakaan Mobil Setya NovantoKecelakaan Mobil Setya Novanto Foto: Istimewa/detikcom


Gaya benturan tabrakan ketika kecepatan 20 km/jam, kata Jusri, juga besar. Menurutnya, gaya tabrakan di kecepatan 20 km/jam sama seperti gaya objek jatuh dari ketinggian 3-4 meter.

"Tubuh itu akan menerima benturan setara terjun bebas dari ketinggian 3-4 meter itu kalau kecepatan 20 km/jam. Jadi saya membayangkan, kalau badan kita jatuh dari ketinggian itu ya bonyok juga. Bisa saja terjadi. Apalagi kalau orang tersebut tidak siap (ketika akan terjadi benturan)," jelas Jusri.

Hal senada disampaikan Bintarto Agung dari Indonesia Defensive Driving Center. Menurut dia kecelakaan merupakan sebuah frontal crash yang tidak kencang.

"Kalau saya lihat dan analisa foto-fotonya dari mobil Fortuner yang ada di detikcom, menurut saya itu adalah frontal crash (tabrak depan), dan tidak lebih dari 35-45 km/jam, saat impact terjadi. Dapat dikategorikan sebagai kecelakaan tidak berat (tiang masih berdiri tegak, kaca depan tidak rusak, apron dan cross member mobil juga kelihatannya tidak rusak parah)," ujarnya.

"Kalau kaca samping pecah, ini yang agak aneh menurut saya, karena analisa saya adalah frontal crash maka tidak ada gaya sentrifugal yang cukup besar, yang dapat menyebabkan bagian kepala penumpang terbawa ke samping dan membentur kaca samping," tambahnya.

Bintarto menambahkan luka serius bisa dihindari jika penumpang dan pengendara mengenakan sabuk pengaman. "Dan kalau penumpang belakang tidak pakai sabuk keselamatan--sebagai salah satu kemungkinan skenario-- dengan kecepatan impact yang tidak terlalu besar, juga sepertinya tidak akan membuat penumpang tersebut mengalami luka yang serius, walaupun kemungkinan akan ada benturan pada kepala dan badan dengan bagian belakang jok depan," ujarnya.



Sementara itu diberitakan sebelumnya, kondisi Novanto akibat kecelakaan itu dikabarkan luka parah. Kabarnya kepalanya bengkak seperti bakpao.

"Terus langsung panggil dokter untuk MRI. Urgen masih tidur dan diperban lukanya. Benjol besar kepalanya, tangannya berdarah semua. Benjol seperti bakpao," ujar Fredrich di RS Permata Hijau, Jaksel, Kamis (16/11/2017) malam.

"Hancur cur... cur... mobilnya itu. Lukanya parah, tangannya luka semua, berdarah, kepala terbentur benjol-benjol," ujar Fredrich. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +