PAMOR
Logo PAMOR

Sabtu 17 Agustus 2019, 08:52

Tak Disetujui Istri Beli Moge, CBR250R Jadi Pelampiasan

  • Foto: Prima Dewantara
    // Motor
  • Foto: detik
    // Motor
  • user generated content
    // Motor
  • user generated content
    // Motor
  • user generated content
    // Motor
Prima Dewantara kepingin memiliki motor gede Ducati 795, namun sayangnya pria yang cinta keluarga ini tidak mendapat persetujuan istri. Pria asal Bandung ini tak habis akal, berbekal Honda CBR250R yang sejatinya motor sport fairing, dirombak total dengan gaya street fighter mendekati motor idaman.
"Istri tidak sependapat kalau saya beli motor gede, saya tuh senang Ducati 795," ungkap Prima kepada detikcom.

"Nah kemudian ya sudah ingin membeli motor kecil kayak Ninja Z250 Fi cuma waktu mau beli motor itu, istri bilang motor yang ada di rumah dijual dulu aja biar tidak kebanyakan motor," sambung Prima.

Alih-alih ingin menjual motor kesayangannya, Prima malah putar balik untuk mengurungkan niatnya karena sayang harga motor impor dari Thailand ini harganya anjlok.

"Nah pada waktu itu dijual ternyata ditawar di market rendah sekali harganya. Itu dihargai di bawah Rp 15 juta, akhirnya daripada dijual jatuh, ya dimodifikasi saja seperti motor yang diinginkan itu," ungkap Prima.
Untuk mewujudkan motor idamannya, Prima mempercayakan pada bengkel asal Bekasi, 902 Garage. Pengerjaan pun memakan waktu 40 hari.

Rombakan motor yang dilakukan 902 Garage mendekati motor impian Prima. Selain fairingnya sudah dipreteli, lampu depannya menggunakan lampu bulat Head Lamp Day Maker.
"Body conversion (tangki, spakbor depan, sayap depan, sayap belakang, rangka) semuanya diganti," ujarnya.
Kelir asli berwarna biru dicat ulang menggunakan warna repaint coral blue. Pindah ke bagian kaki-kaki, garpu depan pada motor yang dijuluki "The Baby Blue" ini upside down dengan kelir emas agar kelihatan eye catching.
Sementara penampilan street fighter ditunjang ukuran ban serta pelek diubah makin lebar agar terkesan lebih macho. Prima menggunakan pelek V-Rossi berukuran depan 3.5 dan belakang 5.5, sementara ban menggunakan Battlax ukuran 130 (depan) dan 180 (belakang).
Supaya cocok dipasang ban tapak lebar, swing arm pun menggunakan moge Suzuki Hayabusa. "Saya puas dengan kerja bengkel, punya timeline yang bagus, dan fokus," cerita Prima.
Detail lain ubahan Honda CBR250R ini ada di bagian knalpot-nya, lalu lampu depan, lampu sein depan belakang variasi (3 in 1), setang Byson bikin posisi riding jadi santai, aksesori tambahan pada rem, kopling, spion, windshield, frame slider, brake system CB650 dan jalu paddock.
"Kemarin itu biayanya kira-kira hampir Rp 22 juta, nah cuma pemilik bengkel bilang 'mas kalau mau lebih hemat part original CBR ditukar tambah saja trade in', ya memang saya tidak rencana motor ini dikembalikan standar lagi jadi saya jual semua part original," pungkasnya.
Copyright @ 2019 detikcom. All Right Reserved