Menguji Si Jangkung Yamaha WR155R di Medan Off Road, Jor-joran Dibetot!

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 18 Agu 2020 15:14 WIB
Fun Adventure Yamaha WR155R
Tes Yamaha WR155R di medan offroad. Foto: Yamaha Indonesia

Konsumsi bahan bakar

Melewati jalanan berliku konsumsi bahan bakar WR155R terbilang irit. Menurut catatan di panel MID, konsumsi rata-rata bahan bakar sekitar 42,2 km/liter. Angka itu tentu masih bisa diperdebatkan. Sebab ada cara lain untuk menghitung konsumsi bahan bakar, yakni dengan metode full to full. Sayang, detikOto tidak sempat melakukan itu karena keterbatasan waktu.

Kesimpulan

Segmen motor trail 150 cc di Indonesia semakin ramai dengan kehadiran Honda CRF150L (2017) dan Yamaha WR155R (2019). Sebelum kedua motor ini eksis, segmen adventure ini hanya diisi oleh Kawasakai KLX 150 dan pabrikan lokal Viar, dengan model andalan Cross X 150. WR155 bisa menawarkan paket dan fitur kekinian, dan tentu menjadi banderolan paling mahal di antara kompetitor yang lain.

Dengan selisih harga Rp 2.450.000 dari CRF150L, WR155 menawarkan teknologi VVA, kapasitas mesin lebih besar, dan performa yang lebih unggul.

WR155R hadir dengan beberapa fitur yang lebih unggul untuk ukuran motor adventure. Misalnya pada bagian panel instrumen, lebih informatif dengan indikator penunjuk odometer, trip meter, rata-rata konsumsi bahan bakar, indikator transmisi, jam, dan posisi gear.

Yamaha WR155R menggendong mesin 155 cc, SOHC, satu silinder, 4 katup, yang bisa menghasilkan daya maksimum 12,3 kW di 10.000 rpm dan torsi maksimum 14,3 Nm pada 6.500 rpm.

Di sisi lain WR155R belum menggunakan suspensi Upside-down yang selain bisa mendongkrak kenyamanan juga penampilan.

Motor ini terasa begitu jangkung dan lebih berat, ditambah bagian setang juga tampak lebih panjang, sehingga posisi tangan lebih terbuka lebar. Namun posisi riding WR155R yang membuat 'jinjit balet' penggunanya bisa diakali dengan menyetel preload sokbreker belakang supaya lebih rendah. Selain itu memang perlu adaptasi, berdasar pengalaman, telapak kaki sempurna ke tanah bila salah satu kaki menggantung di footstep.

Final ratio juga beda dengan mesin New R15, jadi lebih narik di bawah, rupanya mampu menghantarkan WR155R melibas berbagai medan berat, berlumpur, berbatu dengan cukup mudah. Kopling dan perpindahan gigi tetap enteng meski tanpa assist slipper clutch, tenaga juga terus terisi di putaran menengah ke atas apalagi saat rpm sudah menyentuh 7.000 saat VVA sudah mulai aktif.

Data spesifikasi Yamaha WR155R

Mesin
Tipe mesin: Liquid cooled, 4-Stroke, SOHC, 4 Valves, VVA
Jumlah/posisi silinder: Silinder tunggal
Diameter x Langkah: 58,0 x 58,7 mm
Sistem bahan bakar: Fuel Injection
Volume Silinder: 155 cc
Perbandingan kompresi: 11,6 : 1
Daya maksimum: 12,3 kW/ 10.000 rpm
Torsi maksimum: 14,3 Nm/ 6.500 rpm
Tipe Kopling: Wet Type Multi-plate
Tipe Transmisi: Manual
Pola Pengoperasian Transmisi: 1-N-2-3-4-5-6
Sistem starter: elektrik starter
Sistem pelumasan: basah

Kapasitas
Kapasitas oli mesin: Total = 1,50 L ; Berkala = 0,85 L ; Ganti Filter oli = 0,95 L
Kapasitas tangki besin: 8,1 liter

Dimensi dan Berat
Panjang x lebar x tinggi: 2.145 x 840 x 1.200 mm
Jarak sumbu roda: 1.430 mm
Jarak terendah ke tanah: 245 mm
Tinggi tempat duduk: 880 mm
Berat isi: 134 kg

Rangka dan Kaki-kaki
Tipe rangka: Semi double cradle
Suspensi depan: Telescopic 41 mm
Suspensi belakang: Monoshock
Ban depan: 2,75-21 45P
Ban belakang: 4,10-18 59P
Rem depan: 240 mm wave disc
Rem belakang: 220 mm wave disc

Kelistrikan
Sistem pengapian: TCI/Transistor
Battery: YTZ4V
Tipe Busi: MR8E9.



Simak Video "Deretan Skutik Retro di Indonesia, Termurah di Harga Rp 17 Jutaan!"
[Gambas:Video 20detik]

(riar/rgr)