ADVERTISEMENT

Ekspedisi 3.000 Km

Menggeber Wuling Almaz RS 3.000 Km Jakarta-Bali, Seberapa Tangguh?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 25 Nov 2021 11:32 WIB
Jakarta -

Wuling Almaz RS menjadi salah satu andalan Wuling Motors di Indonesia. SUV ini menawarkan berbagai keunggulan yang belum banyak dimiliki kompetitornya. Bahkan, Wuling Almaz RS dibekali banyak fitur canggih yang memanjakan pengendara maupun penumpangnya.

Kali ini, detikOto bersama tim detikTravel dan detikFood berkesempatan melakukan road trip dari Jakarta ke Bali dan kembali ke Jakarta sejauh lebih dari 3.000 km. Dalam road trip kali ini, kami tidak langsung menuju Bali, tapi mampir ke beberapa kota untuk mengunjungi tempat wisata yang mulai pulih setelah diterjang pandemi COVID-19. Tak cuma ke tempat wisata, kami juga mengunjungi beberapa lokasi untuk menikmati sajian kuliner lokal khas di setiap kota yang kami kunjungi.

Road trip 3.000 km bersama Wuling Almaz RS dilakukan selama 9 hari. Perjalanan dimulai dari kantor kami di Gedung Transmedia, Mampang, Jakarta Selatan, menuju Yogyakarta. Dari Yogyakarta menuju Banyuwangi, lalu menyeberang ke Bali. Di Bali, kami mengeksplorasi lokasi wisata dan sajian kuliner di wilayah utara Bali. Beberapa lokasi wisata di utara Pulau Bali di antaranya Air Terjun Gitgit di Buleleng, Desa Wisata Les, Savana Tianyar, hingga Pantai Lovina.

Berbagai kondisi jalan yang menantang dengan mulus dilalui Wuling Almaz RS selama road trip 3.000 km ini. Apalagi di Savana Tianyar, jalurnya cukup menantang dengan beberapa tanjakan yang berpasir.

Sebelum melakukan perjalanan, kami telah memastikan Wuling Almaz RS yang dikendarai dalam keadaan baik. Tekanan angin ban juga disesuaikan. Satu mobil diisi lima orang termasuk sopir. Di bagasi belakang juga kami manfaatkan untuk membawa beberapa kopor dan barang bawaan yang diperlukan.

Kami merasa, road trip bersama Wuling Almaz RS ini sangat dimanjakan oleh fitur-fiturnya. Terlebih, Wuling Almaz RS memiliki fitur yang membantu pengendaranya, seperti Internet of Vehicle (IoV), Wuling Indonesian Command (WIND), serta Advanced Driver Assistance System (ADAS).

Dari catatan odometer, total perjalanan road trip ini mencapai 3.139 km. Seberapa tangguh Wuling Almaz RS digeber dalam road trip dari Jakarta menuju Yogyakarta, Banyuwangi, Bali, Surabaya, Semarang dan kembali ke Jakarta? Lanjut ke halaman berikutnya ya.

Kenyamanan Nyetir Wuling Almaz RS

Masuk ke kabin, kami langsung disambut suasana kenyamanan yang disajikan Wuling Almaz RS. Duduk di jok pengemudi pun terasa nyaman, kamu bisa mengatur posisi duduk dengan pengaturan jok elektrik. Jadi, untuk mengatur posisi duduk yang pas dan nyaman untuk nyetir, tinggal pencet tombol yang ada di samping kanan jok.

Wuling Almaz RS sudah menggunakan jok kulit. Jadi, tak perlu diragukan lagi kenyamanan duduk di kabin Wuling Almaz RS ini.

Wuling membuat interior Almaz RS dengan nuansa mewah. Di bagian kokpit Anda akan disajikan layar multi instrument display LED 7 inchi yang menyajikan berbagai informasi yang diperlukan pengemudi. Wuling juga menyematkan material lembut di beberapa bagian, termasuk setir berbalut kulit dengan beberapa tombol untuk mengatur audio, MID, hingga cruise control.

Road Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RSMID Wuling Almaz RS Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom



Kesan mewah juga terpancar dari adanya panoramic sunroof. Jadi, penghuni mobil bisa menikmati keindahan alam dari dalam kabin. Adanya panoramic sunroof juga menambah kesan lapang pada kabin.

Road Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RSRoad Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RS Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Di konsol tengah ada wireless charging pad untuk mengisi ulang baterai gadget. Tinggal letakkan HP di kotak di depan tuas persneling, HP sudah bisa dicas, dengan catatan HP sudah tersedia fitur wireless charging.

Yang menambah kesan mewah pada Wuling Almaz RS ini adalah head unit 10,4 inchi. Head unit yang disebut Wuling sebagai Smart Multimedia itu menampilkan beberapa fungsi. Selain memutar musik, sistem multimedia itu memiliki fungsi wireless screen cast untuk membuat tampilan gadget tersedia di layar, jadi kamu bisa membuka dan mengoperasikan beberapa aplikasi HP di layar multimedia tersebut.

Road Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RS. Wuling Almaz di Savana Tianyar, Karangasem, Bali.Road Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RS. Wuling Almaz di Savana Tianyar, Karangasem, Bali. Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Beberapa pengaturan mobil diakses melalui Smart Multimedia tersebut. Di antaranya mengatur AC, membuka GPS, display kamera 360, mengatur fitur Advanced Driver Assistance System, hingga membuka aplikasi navigasi dan musik.

Kenyamanan berkendara bersama Wuling Almaz RS ditunjang pula oleh sistem audio yang memanjakan telinga. Wuling menyematkan Infinity Audio System by Harman yang membuat musik yang diputar lebih nyaman didengar.

Ohiya, untuk mengakses/mengunci mobil tak perlu anak kunci lagi. Sebab, Wuling membekali Almaz RS dengan sistem kunci keyless. Untuk menyalakan mesin terdapat tombol Engine Start Stop yang ditanam di balik setir sebelah kiri.

Kamu juga bisa membuka/mengunci pintu melalui aplikasi MyWuling+ di ponsel. Sebab, Wuling Almaz RS memiliki fitur Internet of Vehicle (IoV) yang membuat mobil terkoneksi dengan ponsel pemiliknya.

Geber Mesin 1.500 cc Turbo

Wuling Almaz RS menggendong mesin 1.500 cc dengan teknologi turbo. Lebih rinci, mesin yang dipakai Wuling Almaz adalah mesin 1.451 cc empat silinder segaris DOHC DVVT Turbocharger.

Mesin itu mampu menyajikan tenaga puncak hingga 140 daya kuda di 5.200 rpm dengan torsi maksimal 250 Nm pada 1.600-3.600 rpm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan melalui transmisi otomatis (CVT) 8 percepatan.

Road Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RSRoad Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RS Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Selama perjalanan 3.000 km, kami merasa Wuling Almaz RS ini cukup memanjakan keinginan kami sebagai pengemudi. Memang ada sedikit gejala turbolag, tapi saat putaran mesin mencukupi dan 'tendangan' turbo mulai terasa, mobil langsung ngacir ke kecepatan tinggi. Gejala turbolag itu juga bisa diantisipasi dengan memainkan mode transmisi manual. Jadi kalau membutuhkan akselerasi seperti saat menyalip, kamu tinggal menurunkan posisi gigi agar putaran mesin yang diperoleh dapat memaksimalkan akselerasi.

Di dalam kabin Wuling Almaz RS juga cukup senyap. Saking senyap dan nyamannya, terkadang tidak terasa bahwa speedometer sudah menunjukkan kecepatan yang tinggi. Itu pun rasanya masih bisa ditambah lagi, tapi demi keamanan kami langsung menurunkan kecepatan saat sadar melihat speedometer yang menunjukkan angka tinggi.

Road Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RSRoad Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RS Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Untuk menaklukkan tanjakan pun sangat mumpuni. Kami mencoba membawa Wuling Almaz RS ini menuju Savana Tianyar di Karangasem, Bali. Jalanannya cukup menantang, berbagai tanjakan dan jalan sempit dengan medan berpasir dan berkerikil. Hasilnya, main offroad ringan seperti di Savana Tianyar mobil ini bisa diandalkan.

Bahkan, kami juga mencoba berhenti di tengah-tengah tanjakan berpasir di sana, mobil tidak mundur karena ada fitur Hill Hold Control (HHC). Saat 'take off' kembali dari posisi berhenti di tengah tanjakan berpasir, Wuling Almaz RS tetap bisa melaju dengan mulus tanpa kehilangan traksi.

Road Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RSRoad Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RS. Wuling Almaz RS saat mengakses jalanan berliku dan tanjakan menuju Danau Tamblingan, Bali. Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Kami juga membawa Wuling Almaz RS di jalanan berliku dan menanjak menuju Danau Tamblingan di Buleleng. Akses menuju Danau Tamblingan dari Singaraja sangat menantang. Ada tanjakan curam hingga tikungan tajam. Selama perjalanan menuju Danau Tamblingan tersebut tak ada kendala yang dialami Wuling Almaz RS. Mobil membawa kami dengan selamat sampai tujuan dan kembali lagi.

Kestabilan di Jalan Tol dan Jalan Berliku

Karakter suspensinya tergolong pas, tidak terlalu empuk juga tidak terlalu keras. Melalui jalanan bergelombang, mobil tidak yang mantul-mantul, malah cenderung anteng diajak ngebut di jalan tol Trans Jawa yang agak bumpy.

Selama melintas di jalan tol, kami tidak merasakan gejala limbung yang dialami Wuling Almaz RS. Digeber di kecepatan tinggi di jalan tol, Wuling Almaz RS tergolong stabil.

Begitu juga di jalur berliku. Beberapa kali kami melewati jalan berkelok-kelok. Saat jadi penumpang di belakang pun tak terasa gejala mobil 'ngebuang' saat menikung, jadi tetap nyaman.

Ragam Fitur Canggih yang Memanjakan

Wuling Almaz RS ini memiliki berbagai fitur canggih. Jarang ada mobil Rp 300 jutaan yang dibekali fitur canggih seperti Wuling Almaz RS. Di antaranya adalah fitur-fitur Internet of Vehicle (IoV) dan Advanced Driver Assistance System (ADAS).

Wuling mengemas fitur-fitur itu dalam paket teknologi Wuling Interconnected Smart Ecosystem (WISE) yang terdiri dari Internet of Vehicle (IoV) serta Advanced Driver Assistance System (ADAS). Sistem itu sangat memanjakan perjalanan jauh dalam road trip Jakarta-Bali sejauh lebih dari 3.000 km ini.

Road Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RSRoad Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RS Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Untuk Internet of Vehicle, terdapat fitur berupa Vehicle Positioning yang menampilkan lokasi terkini kendaraan Anda pada smartphone, Vehicle Remote Control yaitu kendali jarak jauh melalui smartphone untuk memanaskan mesin sekaligus mendinginkan kabin, serta membuka-tutup jendela dan kunci pintu, Geo-Fencing Security untuk memasang 'pagar elektronik' dengan radius tertentu di sekitar kendaraan (jika mobil keluar dari radius yang ditetapkan, notifikasi akan dikirimkan ke smartphone pengguna), Bluetooth Key untuk membuka dan menutup kunci kendaraan melalui koneksi Bluetooth dari smartphone, serta Online Navigation, Online Music, dan Internet Messaging App (Pengendara dapat melihat navigasi, memutar musik favorit, ataupun berkirim pesan melalui headunit. Fungsi ini juga didukung oleh perintah suara berbahasa Indonesia (WIND) sehingga konsentrasi selama berkendara dapat selalu terjaga).

Melalui fitur IoV tersebut, kami tidak merasa khawatir soal keamanan mobil ini. Ketika menyeberang dari Banyuwangi ke Bali dan sebaliknya, saat mobil diparkir di kapal sementara kami di tempat penumpang di bagian atas, kami bisa mengecek apakah mobil sudah terkunci, dan memastikan jendela tertutup rapat. Atau, setelah mobil diparkir di tempat terbuka yang cukup panas, kami bisa menyalakan mesin dan AC dari jarak jauh sebelum memasuki mobil sehingga suasana kabin sudah sejuk.

Fitur yang memanjakan dalam perjalanan jauh ini adalah Advanced Driver Assistance System (ADAS). Adapun isi dari paket ADAS itu antara lain:

Kategori: Adaptive Cruise

1. Adaptive Cruise Control (ACC): Secara otomatis menyesuaikan kecepatan jelajah dengan kecepatan kendaraan di depannya sekaligus menjaga jarak aman. Fitur bekerja pada kecepatan 0-150 km/jam.

2. Bend Cruise Assistance (BCA): Mengurangi kecepatan secara otomatis ketika kendaraan memasuki tikungan. Fitur bekerja pada kecepatan 0-150 km/jam.

3. Traffic Jam Assistance (TJA)-Intelligent Cruise Assistance (ICA): Membantu menjaga jarak aman dalam kondisi lalu lintas padat maupun lancar. Fitur bekerja pada kecepatan 60-150 km/jam.

Road Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RSRoad Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RS Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Kategori: Lane Recognition

4. Lane Departure Warning (LDW): Memberikan peringatan ketika kendaraan keluar lajur tanpa dikehendaki. Fitur bekerja di kecepatan 60-180 km/jam.

5. Lane Keeping Assistance (LKA): Secara otomatis mengoreksi arah kemudi untuk kembali ke lajur yang aman. Fitur bekerja pada kecepatan 10-180 km/jam.

Kategori: Safe Distance & Braking Assistance

6. Safe Distance Warning (SDW): Memberikan peringatan ketika kendaraan di depan berada di bawah jarak aman. Fitur bekerja pada kecepatan 65-150 km/jam.

7. Forward Collision Warning (FCW): Mendeteksi adanya potensi tabrakan depan dan memberikan ragam peringatan berupa suara, tampilan visual, atau rem sekejap yang disesuaikan dengan tingkat bahayanya. Fitur bekerja pada kecepatan 30-150 km/jam.

8. Automatic Emergency Braking (AEB): Jika pengemudi tidak merespon peringatan bahaya tabrakan yang terdeteksi, maka sistem akan secara otomatis melakukan pengereman darurat. Fitur bekerja pada kecepatan 7-150 km/jam.

9. Intelligent Hydraulic Braking Assistance (IHBA): Menyesuaikan besarnya gaya pengereman secara otomatis sesuai risiko bahaya jika gaya injak rem pengemudi tidak mencukupi. Fitur bekerja pada kecepatan 7-150 km/jam.

10. Collision Mitigation System (CMS): Jika tabrakan tetap terjadi akibat kecepatan terlalu tinggi atau kejadiannya terlalu mendadak, maka sistem ini akan memaksimalkan pengurangan kecepatan, sehingga mengurangi keparahan cedera atau kerusakan akibat tabrakan. Fitur bekerja pada kecepatan 7-150 km/jam.

Kategori: Automatic Light

11. Intelligent Head Beam Assistance (IHMA): Kendaraan secara otomatis akan menyesuaikan ketinggian cahaya lampu utama sesuai dengan kondisi pencahayaan lingkungan sekitar. Fitur bekerja di atas kecepatan 30 km/jam.

Kami mencoba beberapa fitur di atas seperti Adaptive Cruise Control. Dengan fitur tersebut, mobil bisa ngegas dan ngerem secara otomatis mengikuti kecepatan kendaraan di depan. Kami tinggal mengatur jarak yang aman dengan kendaraan di depan melalui sebuah tombol Adaptive Cruise Control di setir.

Road Trip 3.000 Km Jakarta-Bali Bersama Wuling Almaz RSMengaktifkan sistem Adaptive Cruise Control pada Wuling Almaz RS. Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom


Saat melalui kemacetan pun kami manfaatkan fitur Traffic Jam Assist. Mobil secara otomatis akan maju saat membaca kendaraan di depannya melaju setelah berhenti karena macet, pengemudi cukup menyentuh sedikit pedal gas. Fitur AAC ini ditunjang pula oleh LKA. LKA ini membuat mobil tetap melaju di lajurnya. Kami manfaatkan fitur ini di jalan tol. Mobil serasa jalan sendiri dan berbelok sendiri.

Tapi perlu diperhatikan, Wuling Almaz RS ini bukanlah mobil otonom yang bisa sepenuhnya ditinggalkan pengemudi. Sopir tetap harus memantau sistem tersebut dan tetap memegang setir. Beberapa kali sistem juga akan meminta sopir untuk memegang setir kalau terbaca setir tidak ada yang memegangnya.

Yang juga membantu selama perjalanan adalah Intelligent Head Beam Assistance (IHMA) terutama saat perjalanan di malam hari yang minim penerangan. Lampu mobil secara otomatis akan menyorot jauh dengan highbeam saat mendeteksi kondisi jalan gelap. Ketika membaca ada kendaraan dari arah berlawanan, secara otomatis pula lampu itu berganti ke low beam. Hal ini diperlukan untuk keamanan kendaraan lain dari arah berlawanan sehingga tidak silau melihat lampu highbeam dari kendaraan kita.

(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT