Senin, 03 Sep 2018 21:38 WIB

Deg-degan, Ngebut Bareng Ferrari Sampai Hampir 300 Km/Jam!

Zulfi Suhendra - detikOto
Ferrari Challenge Asia Pasifik 2018 Foto: Dok, Ferrari Ferrari Challenge Asia Pasifik 2018 Foto: Dok, Ferrari
Jakarta - Siang itu terik matahari benar-benar membakar kulit. Sebelumnya, hujan turun di Sirkuit Fuji Speedway, di bawah kaki Gunung Fuji, Distrik Oyama, Jepang.

Para pebalap dari Asia Pasifik tengah bersiap adu cepat di gelaran Ferrari Challenge Asia Pasifik 2018 seri Fuji. Pebalap sibuk berlatih, mengiutari lintasan Fuji sepanjang 4,5 kilometer ini. Begitu juga para tuner dan mekanik yang hilir mudik menyetel setingan mesin mobil.



Jumat, 29 Juni 2018 lalu menjadi hari terakhir sesi latihan bebas para pebalap, sebelum 2 hari esoknya mereka unjuk gigi adu cepat. Ada 5 pebalap Indonesia yang juga ikut dalam balapan yang bisa dibilang bergengsi itu, dua di antaranya Renaldi Hutasoit dan Johannes Setiawan.

Yang menarik dalam sesi latihan terakhir, para pebalap diizinkan mengajak serta kerabat atau siapapun untuk hotlap: menjajal sirkuit beberapa putaran. Saya, wartawan detikOto beruntung mendapatkan kesempatan untuk merasakan sensasi balap pakai mobil Ferrari Challenge 488.

Awalnya saya diminta untuk menggunakan wearpack lengkap dengan helm. Dag-dig-dug sudah terasa sejak masih ada di ruang ganti. Maklum, ini baru pertama kali bagi saya naik mobil dengan kecepatan hingga 300 km/jam, meski bukan di belakang kemudi langsung.



Pebalap Johannes Setiawan mengajak saya kala itu. Saya dipersiapkan duduk di bangku penumpang. Bermacam-macam tali pengaman disematkan ke badan. Detak jantung rasanya semakin kencang mendengar deru mesin Ferrari yang terus meraung-raung di Paddock sebelum tancap gas.

"Tenang, jangan takut. Mobil balap disetel sebagai mobil paling aman. Jadi santai saja," kata mekanik kepada saya sambil membantu saya memasang sabuk pengaman.

"Sudah siap pak, tenang. Kita pelan-pelan saja," kata Johannes Setiawan mulai tancap gas perlahan meninggalkan pitsop.

Zulfi Suhendra reporter detikOtoZulfi Suhendra reporter detikOto Foto: dok. istimewa


Di putaran awal, saya masih bisa bermain ponsel. Tak mau ketinggalan momen langka ini, saya terus merekam dan mengabadikan foto saat saya berada di dalam mobil balap, dengan pebalap asli! Luar Biasa! Sejurus kemudian Setiawan-panggilan akrabnya- menginjak gas lebih dalam. Sontak saya berpegang ke rollbar erat-erat, sementara tangan saya yang lain tak kalah erat memegang ponsel yang belum sempat saya kunci.

Badan saya terhentak ke kanan dan ke kiri saat Setiawan memutar setir di setiap tikungan. Saat trek lurus, saya serasa melayang dan begitu Setiawan menginjak rem seakan mendadak, badan terhentak ke depan.

Setiawan fokus mengemudikan mobilnya. Sementara saya masih dag dig dug cemas. Sesekali pandangan saya melihat speedometer. Di trek lurus, kecepatan mencapai 300 km. Gila, pikir saya. Belum pernah saya naik mobil secepat ini.

Semakin lama, temperatur di dalam mobil serasa semakin panas. Ditambah cuaca Fuji konon mecapai 38 derajat celcius menambah peluh keringat bercucuran.

Total 3 putaran saya bersama Setiawan menjajal Sirkuit yang punya 16 tikungan itu. Pengalaman yang berkesan dan tak akan pernah terlupakan. (zul/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed