Jorge Martin membuat kejutan di MotoGP 2026. Sempat diragukan di awal musim akibat cedera, pebalap Aprilia Racing itu kini justru memimpin klasemen sementara setelah delapan seri dan mulai diperhitungkan sebagai kandidat kuat perebut gelar juara dunia.
Martin mengambil alih puncak klasemen MotoGP setelah finis ketiga di Assen. Hasil tersebut membuatnya unggul tujuh poin, menjelang jeda dua pekan sebelum seri MotoGP Jerman pada Juli. Posisi itu makin istimewa karena sebelumnya Martin sempat absen dari tes pramusim pertama dan tidak yakin bisa tampil di balapan pembuka di Buriram.
"Saya sangat senang berada di posisi puncak," kata Jorge Martin dalam konferensi pers pasca balapan di Sirkuit Assen, Belanda, dikutip dari Crash.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"6 bulan lalu saya tidak yakin apakah saya mampu memulai musim. Saya melewatkan tes pertama dan sekarang saya memimpin kejuaraan. Ini gila, benar-benar luar biasa," sambung juara MotoGP 2024 itu.
Di Assen, Martin sebenarnya harus menghadapi persaingan ketat dengan dua pebalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura dan Raul Fernandez. Ia sempat memimpin beberapa lap, tapi akhirnya tidak mampu menahan laju kedua pebalap tersebut.
Meski gagal menang, Martin tetap puas karena merasa performanya terus meningkat. Ia mengaku mulai menemukan kembali kepercayaan dirinya terhadap motor, terutama setelah sebelumnya mengalami kesulitan pada bagian depan sejak balapan di Barcelona.
"Saya senang karena feeling saya terhadap motor jauh lebih baik dibandingkan kemarin dan hari ini," katanya.
"Hal terpenting bagi saya akhir pekan ini adalah mencoba untuk mendapatkan lebih banyak kepercayaan diri dengan bagian depan dan lebih banyak kepercayaan diri dengan bagian belakang," sambungnya.
Martin juga mengakui masih ada beberapa area yang mesti diperbaiki. Salah satu kelemahan utamanya saat ini adalah saat melibas tikungan cepat, di mana ia merasa masih kalah dibandingkan para pebalap Trackhouse.
"Jadi, selalu ada ruang untuk perbaikan, selalu ada sesuatu yang perlu kita fokuskan," tambah rider asal Spanyol.
Meski pernah menjadi juara MotoGP 2024, Martin menilai pengalaman bukanlah faktor utama dalam perebutan gelar musim ini. Menurutnya, kecepatan motor dan konsistensi menjadi kunci utama.
"Tentu saja pengalaman selalu berharga, tetapi ini soal kecepatan," kata pebalap Aprilia Racing itu. "Jika Anda mempunyai kecepatan, Anda akan berjuang dalam balapan, jika tidak, Anda tidak akan bisa," tegasnya.
Saat ini Martin memang belum bisa bersantai. Persaingan masih terbuka lebar, termasuk dengan Marc Marquez yang berada di posisi kelima klasemen dengan selisih 40 poin. Namun, performa Martin sejauh ini membuktikan bahwa pebalap yang sempat diragukan justru bisa menjadi salah satu penantang utama gelar MotoGP 2026.











































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper
Wiper Ketekuk-Spion Lepas, Segini Kerugian Pemilik MINI yang Diamuk Sopir Calya