Mulai 2028 Motor Moto3 Hanya Dipasok Yamaha, Ini Alasannya

Mulai 2028 Motor Moto3 Hanya Dipasok Yamaha, Ini Alasannya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Minggu, 28 Jun 2026 14:18 WIB
Yamaha Jadi Pemasok Tunggal Motor Moto3 Mulai 2028
Yamaha Jadi Pemasok Tunggal Motor Moto3 Mulai 2028. Foto: Dok. Yamaha MotoGP
Jakarta -

Yamaha akan menjadi pemasok tunggal motor Moto3 mulai 2028. Pabrikan berlogo garpu tala itu ditunjuk menjadi suplier motor eksklusif untuk Moto3 sampai dengan 2033.

Sejak era 125 cc berakhir, kelas Moto3 mempertandingkan motor dengan mesin 250 cc dari beberapa pabrikan. Saat ini, prototipe motor Moto3 dipasok oleh Honda dan KTM. Dua tahun lagi, kelas junior tersebut akan beralih menggunakan mesin motor Yamaha.

CEO MotoGP Sports Entertainment Group Carlos Ezpelata mengatakan, keputusan untuk menjadikan Moto3 sebagai kejuaraan satu merek dengan mesin Yamaha dibuat untuk mengurangi biaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsep pemasok tunggal di MotoGP bukanlah hal baru. Konsep ini sudah diterapkan di Moto2. Sejak 2019, kelas Moto2 menggunakan mesin yang dipasok oleh Triumph. Namun, Moto2 masih melibatkan berbagai produsen sasis. Sedangkan Moto3 mulai tahun 2028, motornya disediakan oleh Yamaha.

ADVERTISEMENT

"Jadi, dari keputusan kami, pengalaman telah membawa kami pada pemahaman. Dan, omong-omong, ini telah dilakukan, bukan dengan keterlibatan langsung dari tim, tetapi dengan banyak masukan dari tim, dan pemahaman saat ini bahwa Moto2 dan Moto3 ada di sini, satu untuk produk fantastis di lintasan bagi kita semua. Tetapi untuk mengembangkan bakat dan jalur menuju MotoGP. Dan cara terbaik untuk melakukan itu adalah dalam lingkungan biaya yang terkendali. Satu-satunya cara nyata untuk melakukan itu adalah dengan pemasok tunggal," kata Ezpelata seperti dikutip Crash.

Menurutnya, kesepakatan ini bukan berarti merek-merek yang saat ini terlibat di Moto2 dan Moto3 tidak akan dapat melanjutkan program pengembangan pembalap muda mereka hingga ke level tertinggi.

"Dan itulah tujuannya; merek-merek tersebut tetap terlibat seperti sekarang, yang tidak berarti mereka akan membangun motornya atau tidak. Tetapi saya pikir pengalaman membuktikan bahwa ketika ada persaingan ketat antar pabrikan, ukuran pabrikan tidak menjadi masalah, biaya akan terus meningkat. Dan itulah mengapa keputusan ini cukup jelas bagi kami sejak awal. Dan fakta bahwa pabrikan yang bereputasi baik membangun seluruh motor berarti kita dapat berjabat tangan sekarang dan memastikan bahwa, dari pihak kami, ini akan menjadi 18 bulan yang cukup mudah," ucapnya.

Ezpeleta juga tidak percaya bahwa peralihan ke seri spesifikasi tunggal akan menurunkan nilai Moto3 sebagai kelas grand prix. Dia menunjuk pada keberhasilan Moto2.

"Dan saya rasa semua orang setuju bahwa ketika perubahan itu dilakukan dari 250cc ke Moto2 pada tahun 2010, tidak ada yang menyebut Moto2 sebagai 'Cup'. Ya, memang ada pabrikan sasis, kadang-kadang dalam skala yang lebih besar, kadang-kadang dalam skala yang lebih kecil, tetapi itu tidak mengurangi fakta bahwa para pembalap memenangkan kejuaraan dunia. Dan akan terus seperti ini," pungkasnya.



(rgr/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads