Stoner Kritik Motor MotoGP, kayak Robot Kebanyakan Elektronik

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Minggu, 05 Des 2021 15:14 WIB
MotoGP rider Fabio Quartararo of France, right, exits a curve side by side with MotoGP rider Jack Miller of Australia during the Valencia Motorcycle Grand Prix, the last race of the season, at the Ricardo Tormo circuit in Cheste, near Valencia, Spain, Sunday, Nov. 14, 2021. (AP Photo/Alberto Saiz)
Kata Stoner, motor MotoGP sekarang kayak robot, kebanyakan perangkat elektronik. Foto: AP/Alberto Saiz
Jakarta -

Seiring majunya perkembangan teknologi berdampak pada kompetisi MotoGP. Namun, Casey Stoner mengungkapkan perangkat elektronik pada motor balap saat ini dirasa terlalu banyak.

Mantan pebalap MotoGP tersebut mengkritik bagaimana saat ini sejumlah motor di MotoGP terlalu mengandalkan perangkat elektronik. Memang, komponen tersebut membuat motor jadi bekerja lebih optimal di lintasan. Akan tetapi, Stoner mengungkapkan jika terlalu banyak perangkat ini dapat mengurangi esensi membalap. Bahkan ia khawatir di masa depan skill dari seorang pebalap tidak penting lagi, karena sudah dibantu oleh perangkat teknologi canggih.

Menurut pria asal Australia tersebut, semakin sulit seorang pebalap mengendalikan motornya, maka hal itu akan jadi tantangan tersendiri.

"Saya ingin melihat mereka tergelincir, saya ingin melihat mereka membuat kesalahan dan saya ingin melihat orang-orang berjuang untuk mencari daya cengkeram. Beberapa rider memulai balapan dengan sangat baik karena pilihan ban mereka, sementara yang lain tampil cepat di penghujung balapan," kata Stoner dikutip GP One.

Lebih lanjut, Stoner menegaskan jika pengembangan teknologi secara besar ini membuat level persaingan justru menjadi tidak seimbang. Soalnya, banyak tim yang memiliki dana segar untuk bisa leluasa mengembangkan teknologinya sendiri.

"Ada beberapa perangkat yang seharusnya tidak perlu ada di motor balap, dan itu juga bukan soal fitur keamanan. Mereka hanya mendorong pengembangan teknologi dengan harga mahal," ungkapnya.

Stoner berharap Dorna Sports dan FIM mau sedikit melangkah mundur soal penggunaan perangkat elektronik. Hal ini agar seluruh tim balap dapat menciptakan motor balap yang mumpuni dan tak harus bergantung pada teknologi.

"Saya pikir harus ada pengurangan besar. Saya pikir pada 2016 lalu mereka membawa ECU yang sama, dan itu sudah lebih baik dari tahun sebelumnya. Itu bukan langkah mundur seperti yang dipikirkan semua orang, dan jujur, saya pikir kami perlu sedikit langkah mundur," tegasnya.

Perangkat elektronik yang terpasang di motor balap MotoGP tidak hanya berhubungan dengan kontrol mesin, melainkan juga berhubungan dengan sejumlah elemen seperti kontrol traksi.

Selain itu, terdapat juga perangkat switchboard yang dapat mengontrol data seperti kecepatan belok setiap roda, posisi akselerator, pergerakan suspensi, hingga sudut kemiringan motor.

Sehingga, perangkat elektronik yang terpasang di motor MotoGP sudah seperti robot dengan otak buatan. Terdapat berbagai sistem serta sensor yang bisa merekam motor ketika melaju di trek hingga mengetahui kondisi motor ketika mengalami sesuatu.



Simak Video "Bukan Pertamax atau Premium, Ini Bensin yang Dipakai Motor MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/mhg)