Jumat, 19 Okt 2018 19:30 WIB

Suhu Bahan Bakar Pengaruhi Bobot Motor MotoGP

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Balapan MotoGP. Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images Balapan MotoGP. Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta - Motor balap MotoGP memiliki bobot maksimal tertentu. Bahan bakar yang dibawa motor pun sudah ditentukan dalam regulasi balapan.

Ternyata, suhu bahan bakar mempengaruhi bobot motor. Volume bensin akan naik dalam kondisi panas dan berkurang saat kondisi dingin.

"Jadi, bahan bakar dihitung dengan berat, satuan kilogram bukan liter," menurut video ilustrasi yang dirilis MotoGP.



Karena setiap sirkuit memiliki panjang yang berbeda, tim harus memaksimalkan penggunaan bahan bakar dalam tangki berkapasitas maksimal 22 liter. Namun, bensin juga jangan sampai habis sebelum menyentuh garis finis.

Tim MotoGP dibolehkan mendinginkan bahan bakar sampai 15°C di bawah suhu lingkungan, tidak boleh lebih dingin daripada itu. Sebab, suhu bahan bakar mempengaruhi bobot motor.



Misalnya, dengan suhu bahan bakar 15 derajat celcius dan bobot bahan bakar 16,5 kg, kapasitas bahan bakarnya 22 liter. Di suhu 25 derajat celcius pada berat yang sama kapasitas bahan bakarnya mencapai 22,2 liter sehingga melebihi batas maksimal 22 liter. Sementara pada suhu 5 derajat celcius, kapasitas bahan bakar turun menjadi 21,8 liter sehingga masih ada ruang untuk menambah bahan bakar sampai batas maksimal 22 liter.

"Tim dibolehkan mendinginkan bensin sampai 15 derajat celcius di bawah suhu lingkungan sebelum balapan. Bensin yang lebih dingin, maka kuantitasnnya lebih banyak sehingga tenaganya lebih maksimal," masih menurut video ilustrasi MotoGP.

(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed